BPOM Sulit Sisir Produsen Berbahaya

359
grafis
grafis
grafis

SEMARANG – Penggunaan bahan terlarang masih marak dilakukan oleh beberapa produsen produk kebutuhan di Jawa tengah. Namun pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang masih kesulitan menyisir keberadaan produsen obat berbahaya tersebut.

Berdasarkan data BPOM empat tahun terakhir, masih ada pelanggaran berupa penggunaan bahan terlarang dan beredar tanpa izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang. Bahkan, Kepala BPOM Semarang, Agus Prabowo, mengungkapkan pada 2015 terdapat 7 produsen jamu tradisional yang ditangkap. Sedangkan pada 2014, terdapat 8 produsen jamu tradisional, 2012 terdapat 9 produsen jamu tradisional, dan 2013 terdapat 8 produsen jamu yang melakukan pelanggaran.

”Selama ini, tempat jamu tersebut masih melakukan produksi. Karena itu, kami masih mengandalkan pihak intelejen kami, untuk terus melakukan up date data terkait produsen jamu yang melanggar tersebut,” kata Agus, Selasa (19/1) kemarin.