Enam Saksi Kompak Jawab Tak Tahu

Soal Aliran Dana Bansos Pemprov Jateng 2011

366
PERIKSA SAKSI: Sidang pemeriksaan 6 saksi dengan terdakwa Agus Kroto di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERIKSA SAKSI: Sidang pemeriksaan 6 saksi dengan terdakwa Agus Kroto di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERIKSA SAKSI: Sidang pemeriksaan 6 saksi dengan terdakwa Agus Kroto di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERIKSA SAKSI: Sidang pemeriksaan 6 saksi dengan terdakwa Agus Kroto di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Enam saksi telah diperiksa atas perkara dugaan korupsi penyaluran dana bantuan sosial Pemprov Jateng 2011 yang menyeret terdakwa Agoes Soeranto (AS) alias Agus Kroto selaku mantan Kepala Biro (Kabiro) Keuangan Setda Provinsi Jawa Tengah. Namun di hadapan hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Senin malam (18/1) kemarin, dari keenam saksi tersebut tidak ada satu pun yang mengaku mengetahui menguapnya aliran dana bansos tersebut.

Adapun saksi yang diperiksa, dua di antaranya menjadi terdakwa dalam kasus yang sama, namun dalam berkas terpisah. Keduanya adanya duo Joko yakni, Joko Soeryanto (JS), mantan ketua tim pengkaji yang juga mantan Kabag Kesra pada Biro Binsos Pemprov Jateng, Joko Mardiyanto (JM); mantan staf ahli Gubernur Jawa Tengah bidang politik dan hukum, mantan asisten III bidang Kesra, Edi Susanto; Sekretaris Tim Pengkaji, Subari; dua orang staf Biro Bina Sosial, Edi Bawono dan Joko Yulianto.

Ketika Ketua Majelis Hakim, Ari Widodo menanyai para saksi mengenai kemana uang bansos tersebut, keenam saksi tersebut kompak menyatakan tidak tahu. ”Kami tidak tahu yang mulia. Para pejabat ada yang menerima, kami juga tidak tahu,” jawab para saksi kompak.