Jateng Diklaim Berdikari di Ekonomi

468
PAPARKAN TRISAKTI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memberikan paparan dalam HUT ke-17 dan Temu Keluarga Besar Marhenis eks-Karesidenan Pati belum lama ini. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PAPARKAN TRISAKTI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memberikan paparan dalam HUT ke-17 dan Temu Keluarga Besar Marhenis eks-Karesidenan Pati belum lama ini. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PAPARKAN TRISAKTI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memberikan paparan dalam  HUT ke-17 dan Temu Keluarga Besar Marhenis eks-Karesidenan Pati belum lama ini. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PAPARKAN TRISAKTI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memberikan paparan dalam HUT ke-17 dan Temu Keluarga Besar Marhenis eks-Karesidenan Pati belum lama ini. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PATI – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menegakkan ideologi Trisakti Bung Karno. Yaitu berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya. Saat ini menurut Ganjar, Jateng sudah bisa disebut berdikari di bidang ekonomi.

Hal itu dikatakannya ketika menghadiri HUT ke-17 dan Temu Keluarga Besar Marhenis eks-Karesidenan Pati di Zalsa Convention Hall, Pati belum lama ini. ”Kalau soal ekonomi, terutama pangan, Jateng sudah berdikari. Stok beras sudah berlimpah, bahkan sampai disebar untuk mencukupi provinsi lain. Jadi kita tidak perlu impor beras,” ucapnya.

Dia meyakinkan jika semua stok beras harus disetorkan ke daerah lain, warga Jateng tetap bisa makan nasi. Sebab, sekarang Jateng sudah menempuh riset dan menciptakan beras buatan. Butiran beras buatan itu dibuat dari paduan umbi kayu dan jagung. ”Bentuk dan rasanya seperti nasi. Hanya saja belum diedarkan. Stok umbi kayu dan jagung juga lebih besar dari beras,” tuturnya.