Ortu Dian Bantah Anaknya Teroris

365

SLAWI – Salah satu pelaku pengeboman di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis (14/1) lalu bernama Dian Juni Kurniadi, 25. Dia merupakan anak ketiga pasangan Sutopo, 60, dan Rodiyah, 50, warga RT 27 RW 07 Desa Pegirikan, Kecamatan Talang. Meski sudah dinyatakan polisi sebagai pelaku, tapi orang tua Dian menolak jika anaknya disebut sebagai teroris.

“Anak saya bukan teroris. Dia itu lugu. Saya jamin Dian tidak pernah punya niat melakukan semacam itu (pengeboman),” kata Sutopo, saat ditemui di kediamannya, Selasa (19/1). Sutopo menengarai jika anaknya telah dicuci otak dan dipengaruhi oleh Ali Mahmudin, 39, warga Desa Langgen Kecamatan Talang. Ali sendiri telah ditangkap oleh tim Densus 88 AT di kediamanya bersama seorang terduga teroris lainya yakni Fahrudin. Penangkapan dilakukan sehari setelah aksi pengeboman di Sarinah Jakarta. “Saya yakin pak Ali yang mencuci otak dan mempengaruhi anak saya terjerumus ke aksi terorisme. Karena anak saya sering kali berada di rumah dia berhari-hari sejak bulan Desember 2015 lalu,” bebernya.

Awal kisah perkenalan Dian dengan Ali, dikatakan Sutopo, melalui media sosial facebook sekitar bulan November 2015 lalu. Kala itu, Dian masih bekerja di sebuah peternakan di Kabupaten Sampit, Kalimantan Barat. Setelah saling komunikasi melalui media sosial itu, Dian mendapatkan pesan-pesan dari Ali yang bertuliskan tentang ajaran yang menyimpang dari agama. Dari pesan-pesan itu, akhirnya Dian memutuskan untuk kembali pulang ke Tegal. Ketika berada di Tegal, Dian acap kali bertandang ke rumah Ali selama berhari-hari. Hingga akhirnya, kedua orang tua Dian menjemput di kediaman Ali. “Saya kira, anak saya bekerja di tempatnya Ali. Sebab, dulu Ali seorang pengusaha logam pembuatan onderdil kapal. Tapi ternyata, Ali itu teroris,” sesalnya.