Pelaku Hate Speech Dapat Dipidana

359

AKBP I Nengah Wirta menyampaikan bahwa anggota Kepolisian tidak perlu bingung dan ragu-ragu dalam penanganan hate speech, karena masalah hate speech dapat ditangani ke ranah hukum. “Kepolisian memiliki landasan hukum untuk penanganan masalah hate speech,” tandasnya.

Sementara itu Direktur Center for The Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Irfan Abubakar mengatakan, masih ada yang belum memahami tentang apa itu hate speech, sehingga perlu dilakukan sosialisasi. Hate speech dapat berupa ucapan maupun tulisan dan seringkali muncul di media-media sosial dan aksi-aksi unjuk rasa. Ucapan maupun tulisan hate speech biasanya ditujukan ke sosok atau kelompok tertentu sehingga dapat menimbulkan konflik.

“Bentuk-bentuk ucapan kebencian itu seperti ucapan yang dapat menyulut ketidaksukaan masyarakat kepada kelompok yang beberbeda agama, keyakinan, suku, ras, gender dan orientasi seksual. Semestinya hal itu harus disadari oleh seluruh masyarakat. Penanganan hate speechharus didukung oleh semua pemangku kebijakan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan yang dibuka oleh Wakapolres Semarang, Kompol Sunarno itu dihadiri sekitar 100 personel dari jajaran pejabat utama Polres, sejumlah perwira dari jajaran Polres hingga Polsek. Kegiatan sosialisasi tersebut digelar Satuan Binmas Polres Semarang bekerjasama dengan LSM Persemaian Cinta Kemanusian Salatiga.Wakapolres Semarang, Kompol Sunarno berharap seluruh personil di jajaran Polres Semarang dapat mencermati dan memahami tentang hate speech dan bagaimana penanganan masalah tersebut. “Pemahaman dan pengetahuan atas bentuk-bentuk ujaran kebencian merupakan hal yang penting untuk dimiliki personel polri. Sehingga dapat diambil tindakan pencegahan sedini mungkin sebelum timbulnya tindak pidana sebagai akibat dari ujaran kebencian,” ujar Sunarno. (tyo/zal)