Tanpa Drainase, Dikhawatirkan Kumuh

421
ASAL-ASALAN : Para pekerja PT Hutama Karya saat melakukan pembuatan pondasi pembangunan Pasar Induk Batang, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
ASAL-ASALAN : Para pekerja PT Hutama Karya saat melakukan pembuatan pondasi pembangunan Pasar Induk Batang, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
ASAL-ASALAN : Para pekerja PT Hutama Karya saat melakukan pembuatan pondasi pembangunan Pasar Induk Batang, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
ASAL-ASALAN : Para pekerja PT Hutama Karya saat melakukan pembuatan pondasi pembangunan Pasar Induk Batang, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

BATANG – Kunjungan kerja mendadak Komisi D DPRD Kabupaten Batang, Selasa (19/1) di Pasar Induk Batang senilai Rp 63 miliar membuat anggota dewan terkejut. Pasalnya pembangunan Pasar Induk yang baru pada tahap pemasangan tiang pancang tidak ditemukan adanya pondasi drainase atau pembuangan saluran air.

PT Hutama Karya selaku rekanan yang mendampingi anggota Komisi D mengaku dalam kontrak kerja dengan Pemkab Batang, tidak dicantumkan adanya pembuatan drainase pembuangan air. Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Batang, Teguh Laksmono, mengungkapkan pihaknya baru mengetahui jika pembangunan Pasar Induk di dalamnya belum tercantum pembuatan drainase.

Menurutnya jika Pasar Induk Batang nanti selesai dibangun, dipastikan terjadi banjir di sekitar lokasi. Karena tidak ada pembuangan air, baik air dari dalam Pasar Induk atau air buangan yang dihasilkan dari warga sekitar.