2016, Pasar Peterongan Harus Rampung

433

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan akan melanjutkan pembangunan Pasar Peterongan. Hal itu menyusul telah dianggarkannya pembangunan pasar yang berlokasi di Jalan MT Haryono Semarang itu pada tahun anggaran 2016.

”Kami akan kembalikan fungsinya sebagai pasar. Tentunya bekerja sama dengan pencinta cagar budaya dan TACB (Tim Ahli Cagar Budaya) Kota Semarang,” ungkap Penjabat (Pj) Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto, Rabu (20/1).

Ia menjelaskan, pembangunan Pasar Peterongan merupakan satu dari beberapa kegiatan yang telah direncanakan Pemkot Semarang pada 2015 lalu. Ia mengakui, Pasar Peterongan telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Sehingga dalam pembangunannya tidak mengubah konsep atau bentuk bangunan yang lama. ”Yang kena putus kontrak akan kita evaluasi. Ini tim TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) mencoba menganggarkan itu,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono mengatakan, rencana revitalisasi Pasar Peterongan yang batal dilaksanakan pada 2015 karena terkendala status cagar budaya, akan kembali direncanakan pada 2016. Pagu anggaran yang dialokasikan sama seperti tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 30 miliar. Hanya saja nilai tersebut tidak untuk pembangunan konstruksi saja, tapi juga untuk penyusunan ulang Detail Engineering Design (DED).

”Karena asumsi kita, kalau cagar budaya, berarti pembangunannya dibatasi, apakah rehab atau renovasi. Tidak bisa secara total. Sehingga pekerjaan tidak sebesar hitungan awal. Jadi anggaran ini sifatnya luncuran. Untuk penyusunan ulang DED konservasi dan pembangunan konstruksinya,” ujarnya.

Wakil rakyat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta pelaksanaan pembangunan diselesaikan dalam satu tahun anggaran. Artinya, baik DED dan pembangunan fisik harus selesai pada 2016. ”Intinya kita tidak ingin ada keterputusan waktu untuk pedagang yang sekarang sudah di luar area pasar (tempat penampungan sementara). Komitmen awal kita (pembangunan pasar) jangan sampai berlarut-larut. Kasus Pasar Bulu jangan sampai terulang lagi,” tukasnya.

Seperti diketahui, revitalisasi Pasar Peterongan sudah dilakukan oleh kontraktor pemenang lelang. Namun kegiatan pembongkaran terpaksa dihentikan karena ada sejumlah bangunan yang masih menjadi polemik (pada saat itu) apakah masuk dalam kategori cagar budaya atau tidak. Namun setelah dikaji oleh Dirjen Cagar Budaya, bangunan tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya. (fai/zal/ce1)