27 Desa Terkena Proyek Tol

Pembangunan Tol Semarang-Batang

479
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kendal, Ir Usman. (Budhi Setiawan/Jawa Pos Radar Semarang)
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kendal, Ir Usman. (Budhi Setiawan/Jawa Pos Radar Semarang)
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kendal, Ir Usman. (Budhi Setiawan/Jawa Pos Radar Semarang)
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kendal, Ir Usman. (Budhi Setiawan/Jawa Pos Radar Semarang)

KENDAL—Kendal akan menjadi salah satu jalan perlintas rencana pembangunan Jalan tol Semarang-Batang. Diperkirakan akan melewati daerah Kendal sepanjang 37 kilometer mulai dari batas kota di timur (Semarang-Kendal) dan barat (Batang-Kendal).

Ketua Tim Pelaksana Pembebasan Tanah Jalan Tol Semarang-Batang, Usman mengatakan 37 kilometer mengacu pada rencana awal pembangunan. Melihat panjang jalan sedikitnya ada 27 desa di tujuh kecamatan yang akan dilalui proyek tol. “Kami targetkan 2016 ini, pembebasan lahan bisa selesai sehingga proyek jalan tol bisa segera direalisasikan. Tujuh kecamatan tersebut yakni Weleri, Ringinarum, Gemuh, Pegandon, Ngampel, Brangsong, dan Kaliwungu Selatan,” ujar Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kendal itu, kemarin.

Diakuinya, kendala yang dihadapi adalah masalah ganti rugi tanah dimana warga minta harga tinggi dari harga yang sudah ditetapkan oleh tim appraisal. Sebab, penentuan harga tanah bukanlah wewenang dari tim pembebasan tanah, melainkan tugas dari tim appraisal atau penaksir harga yang berasal dari Satuan Kerja (Satker) Independen. “Kalau masalah harga kami selaku tim pelaksana pembebasan tanah tidak berhak menentukannya. Harga tanah yang menentukan adalah tim Satker Independen,” katanya menambahkan.