Duo Joko Seret 20 Anggota Tim Pengkaji

Dugaan Korupsi Dana Bansos

451
TETAP SENYUM: Terdakwa Joko Mardiyanto dan Joko Soeryanto saat sidang pembacaan pledoi di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP SENYUM: Terdakwa Joko Mardiyanto dan Joko Soeryanto saat sidang pembacaan pledoi di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP SENYUM: Terdakwa Joko Mardiyanto dan Joko Soeryanto saat sidang pembacaan pledoi di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP SENYUM: Terdakwa Joko Mardiyanto dan Joko Soeryanto saat sidang pembacaan pledoi di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Dua puluh anggota tim pengkaji diminta untuk diseret ke proses hukum atas kasus dugaan korupsi penyaluran dana bantuan sosial (Bansos) Pemprov Jateng 2011. Hal itu diungkapkan terdakwa duo Joko, yakni Joko Mardiyanto (JM), mantan Kabiro Bina Sosial yang juga penasehat tim pengkaji proposal, dan Joko Soeryanto (JS), mantan Kabag Bina Sosia yang juga ketua tim pengkaji proposal, dalam sidang dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (20/1).

Penasihat hukum kedua terdakwa, yakni Irton Tabrani SH MH dan Moh Abrori SH, mengatakan, 20 anggota tim pengkaji tersebut, di antaranya, Emilia Yuli sekarang menjabat Kepala Samsat Semarang Selatan; Subari mantan sekretaris tim pengkaji, serta Ratna Dewayanti, Endang, Danang, Agus Heryanto, Arif Husni dan Zaenal Azis Maskur, kesemuanya staf pada Biro Bina Sosial. Selain itu, Doyo Purwanto, Sumarno dan Danang Ari Prabowo, mantan Kasubag Tata Usaha serta dua stafnya pada Biro Keuangan.

Irton menyatakan, ke-20 anggota tim pengkaji tersebut jelas turut terlibat atas penyimpangan dana bansos sebesar Rp 26 miliar lebih ke 4.492 penerima. Menurutnya, peristiwa dugaan penyimpangan disebabkan lemahnya peraturan yang mengatur tentang bansos kemasyarakatan yang tidak ada keharusan tim pengkaji meninjau lapangan.