Agung Setiono Ditahan Kejaksaan

428

SALATIGA-Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga, Rabu (20/1) kemarin menahan Ketua DPD Partai Golkar Salatiga, Agung Setiyono, tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan partai politik (Banpol). Mantan anggota DPRD Salatiga periode 2009-2014 ini, sebelumnya menjalani pemeriksaan sekitar lima jam.

“Setelah pelimpahan tahap kedua dari Polres Salatiga, berkas langsung kami periksa. Kemudian tim kejaksaan memutuskan untuk menahan tersangka guna memudahkan proses hukum selanjutnya. Selain itu, berkas dan alat bukti juga sudah lengkap,” ujar Kajari Salatiga Suwanda SH.

Sementara itu, terdakwa Agung melalui kuasa hukumnya Heru Wismanto dan Sri Mulyono mengatakan, kliennya sudah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 130 juta. Namun hal itu diakuinya tidak serta merta menghapuskan tindak perkaranya. Heru mengacu kepada penjelasan pasal 4 UU 31/1999 bahwa pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara, tidak menghapuskan pidana terhadap pelaku tindak pidana tersebut.

Ditambahkan Heru, begitu kliennya ditahan, pihaknya langsung mengajukan penangguhan penahanan dengan alasan kesehatan. Pihaknya juga memberikan jaminan bahwa klien dan kuasa hukum akan selalu bersikap kooperatif.

Sri Mulyono menambahkan, pihaknya sudah memiliki dalil-dalil untuk membela kliennya, namun tim kuasa hukum akan tetap profesional. Sri Mulyono juga menilai, tidaklah fair bila hanya Agung yang menanggungnya sendirian.

“Tapi kami selalu menghormati proses hukum. Klien kami sudah mengembalikan kerugian negara dan itu sebagai bentuk itikad baik,” ujar Sri Mulyono di kantor Kejari Salatiga, Rabu kemarin.

Sri Mulyono yakin bisa memberikan pembelaan kepada kliennya maksimal berdasar fakta-fakta yang ada selama ini. Diketahui, pada bulan Februari 2015 lalu, Polres Salatiga menetapkan Agung yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Salatiga sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan dana Banpol ke DPD Partai Golkar Salatiga. (sas/ida)