Batik Motif Klasik Masih Diminati

447
BISA BERTAHAN : Batik motif klasik masih diminati dan bisa bertahan di tengah gempuran batik cap dan batik printing. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BISA BERTAHAN : Batik motif klasik masih diminati dan bisa bertahan di tengah gempuran batik cap dan batik printing. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BISA BERTAHAN : Batik motif klasik masih diminati dan bisa bertahan di tengah gempuran batik cap dan batik printing. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BISA BERTAHAN : Batik motif klasik masih diminati dan bisa bertahan di tengah gempuran batik cap dan batik printing. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG–Batik tulis ternyata masih diminati berbagai kalangan, kendati digempir dengan beragam batik cap dan printing. Apalagi batik tulis dengan desain yang rumit dan pengerjaannya yang masih menggunakan ara tradisonal, semakin memiliki nilai seni yang tinggi.

“Batik jenis klasik sangat cocok untuk acara formal. Batik ini masih diminati masyarakat,” kata Asisten Manager The Real Margaria Semarang, Ulfatusy Syahriyah.

Kendati begitu, diakuinya, masih banyak masyarakat yang kesulitan membedakan antara batik tulis dan cap. Kendati begitu, Margaria berusaha melakukan edukasi dengan meluncurkan motif klasik Sido Asih Kemoda Sungging. Motif batik ini memiliki filosofi dan arti disayang orang tua. Kegunaan batik ini untuk perayaan mitoni bagi orang Jawa. “Setiap batik tulis, punya corak ataupun motif yang berbeda. Arti dan kegunaannya pun berbeda,” jelasnya.