Kakek-Nenek Disekap, Uang dan Perhiasan Dirampok

445
TKP : Kapolsek Tuntang, AKP Edy Suharyanto bersama anggota Unit Reskrim memeriksa lokasi kejadian perampokan di selepan padi milik Pagimin di Desa Karanganyar. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TKP : Kapolsek Tuntang, AKP Edy Suharyanto bersama anggota Unit Reskrim memeriksa lokasi kejadian perampokan di selepan padi milik Pagimin di Desa Karanganyar. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TKP : Kapolsek Tuntang, AKP Edy Suharyanto bersama anggota Unit Reskrim memeriksa lokasi kejadian perampokan di selepan padi milik Pagimin di Desa Karanganyar. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TKP : Kapolsek Tuntang, AKP Edy Suharyanto bersama anggota Unit Reskrim memeriksa lokasi kejadian perampokan di selepan padi milik Pagimin di Desa Karanganyar. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TUNTANG-Di saat personel Polres Semarang sibuk melakukan pengamanan aksi terorisme, komplotan perampok justru memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, Rabu pagi (20/1) kemarin. Kali ini, melancarkan aksinya di selepan padi milik Pagimin, 74, di Jalan Raya Tuntang-Bringin tepatnya di Dukuh Gentan, Desa Karanganyar, Tuntang.

Pagimin dan istrinya Rohmi kebetulan tinggal di selepan sekaligus rumah. Sekitar pukul 01.45, Rohmi terbangun karena mendengar ada suara gaduh. Namun apes, suara gaduh tersebut berasal dari komplotan perampok yang masuk melalui pintu belakang. Rohmi langsung dibekap menggunakan lakban, kemudian diikat tangan dan kakinya menggunakan tali sepatu. Sementara suaminya Pagimin yang baru terbangun juga bernasib sama. Keduanya dipukuli lalu disekap di dalam kamarnya.

“Mertua saya dipukuli sampai mukanya memar. Sekarang dirawat di rumah sakit DKT Salatiga,” ungkap Rumain, 54, menantu korban saat ditemui di lokasi kejadian.