Rektor Diimbau Pantau Mahasiswa

Cegah Aksi Terorisme

381
KANTOR BARU: Menristek Dikti Prof Mohamad Nasir saat meresmikan Kantor Sekretariat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Semarang di Jalan Erlangga No 17 Semarang, kemarin. (John Wahid/Jawa Pos Radar Semarang)
KANTOR BARU: Menristek Dikti Prof Mohamad Nasir saat meresmikan Kantor Sekretariat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Semarang di Jalan Erlangga No 17 Semarang, kemarin. (John Wahid/Jawa Pos Radar Semarang)
KANTOR BARU: Menristek Dikti Prof Mohamad Nasir saat meresmikan Kantor Sekretariat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Semarang di Jalan Erlangga No 17 Semarang, kemarin. (John Wahid/Jawa Pos Radar Semarang)
KANTOR BARU: Menristek Dikti Prof Mohamad Nasir saat meresmikan Kantor Sekretariat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Semarang di Jalan Erlangga No 17 Semarang, kemarin. (John Wahid/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Terkait adanya teror bom di Jakarta, Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti) meminta seluruh rektor di Indonesia untuk mengidentifikasi mahasiswanya. Perguruan Tinggi (PT) juga diimbau melihat data masa lalu dan latar belakang para mahasiswa.

”Ini penting dengan melihat data masa lalu dari anak-anak, maka akan terpantau,” ungkap Menristek Dikti Prof Mohamad Nasir usai meresmikan Kantor Sekretariat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) cabang Semarang di Jalan Erlangga No 17, Semarang, kemarin.

Lebih lanjut mantan Rektor Undip itu mengatakan pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Panglima TNI dan Kementerian Pertahanan untuk menanggulangi aksi terorisme serta melakukan program pemerintah melalui wawasan kebangsaan dan bela negara di kampus. ”Maka wawasan kebangsaan dan bela negara itulah yang harus kita tentukan kepada mahasiswa. Jadi bela negara itu bukan militerisme tetapi diajarkan kedisiplinan, bagaimana meningkatkan kompetensi, toleransi, serta bagaimana menghadapi orang,” kata Nasir yang juga Ketua ISEI Cabang Semarang ini.