2.000 Pecandu Narkoba Direhabilitasi

329

SEMARANG – Dari target 4.400 pecandu narkoba, hanya 2.000 di antaranya yang masuk dalam program rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah. Menurut Kepala BNNP Jawa Tengah, Amrin Remico, belum tercapainya target tersebut dikarenakan program rehabilitasi merupakan program yang baru dicanangkan oleh pemerintah pusat.

”Selain itu masih ada ketakutan dari para pengguna jika dipenjara, dari pihak keluarga juga belum mau,” katanya Kamis (21/1). Amrin menjelaskan dari jumlah keseluruhan secara nasional pengguna narkoba yaitu 4 juta orang, pemerintah pusat menargetkan 100.000 pengguna tersebut dilakukan rehabilitasi yang tersebar di masing-masing daerah. ”Karena semakin diadakan razia, operasi, penangkapan tidak pernah berkurang namun terus bertambah,” katanya. Permintaan narkoba dari para pecandu saat ini semakin banyak, bahkan sudah menyasar ke anak sekolah.

Solusi untuk mengurangi permintaan tersebut, pemerintah mencanangkan program rehabilitasi. Menurut dia, memenjarakan dan penempatan di dalam lapas bagi pengguna narkoba ditengarai tidak membuat jera. ”Karena yang dikungkung hanya kebebebasan, tetapi keinginan untuk menggunakan narkoba masih ada,” lanjutnya.

Pada 2015, pihaknya telah melakukan 3 program untuk memerangi peredaran narkoba. Yaitu pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, serta pemberantasan. Semuanya berjalan secara besamaan. ”Masih ada tempat rehabilitasi yang belum siap menerima terutama RS yang ada di Jawa Tengah juga menjadi kendala kita,” katanya. Pada bidang pemberdayaan masyarakat pihaknya melakukan sosialisasi penyuluhan, pembentukan satgas antinarkoba, serta kegiatan aksi. ”Pada bidang pemberantasan, yaitu operasi yustisi di seluruh Jateng yang terfokus di tempat hiburan dan rumah kos,” katanya.

Sementara itu, Bidang Pemberantasan BNNP Jateng, Yuliasih menambahkan pemberantasan narkoba juga dilakukan bagi awak maskapai penerbangan. ”Kami sudah melakukan tes urine bagi awak pesawat terbang, pilot, co pilot, dan pramugari di bandara,” katanya. Dari jumlah awak maskapai sebanyak 150 orang terbukti negatif narkoba. Jumlah tersebut berasal dari 8 maskapai dan 26 penerbangan.