44 Persen Truk Melanggar

334

SEMARANG – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dituntut untuk melakukan tata kelola usaha yang baik dengan menaati peraturan. Terutama yang berkaitan dengan paradigma yang memperbolehkan truk tetap beroperasi meski kelebihan muatan.

”Saya sangat berharap Aptrindo ini bisa melakukan tata kelola angkutan barang yang selama ini paradigmanya memperbolehkan kelebihan muatan. Toh ini truk-truknya mereka, tapi saya sedih ketika berpikirnya masih ada seperti itu dengan membiarkan dan membolehkan over tonase,” ucap Ganjar dalam pelantikan pengurus Aptrindo Jateng periode 2016-2020 di Hotel Patrajasa, kemarin.

Ganjar merasa selama ini Aptrindo tidak merespons ketika pemda setempat menyampaikan soal masih banyaknya truk pengangkut barang yang beroperasi tanpa memiliki kelengkapan surat. Karena itu, dengan terbentuknya pengurus baru Aptrindo menjadi kesempatan baginya untuk melakukan sosialisasi. Harapannya, bisa mereformasi perusahaan-perusahaan truk agar taat aturan.

”Yang melanggar sampai 44 persen, lho. Kalau mengikuti peraturan, sopir bisa selamat di jalan. Tidak dicegat siapa pun dan tidak kena pungli. Kalau mereka mau sesuai ketentuan, kan bisa enak semuanya. Intinya bisnisnya tetap baik, infrastruktur terjaga baik, aturan juga ditaati dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Aptrindo Jateng terpilih Candra Budiwan berharap pemerintah bisa mengambil tindakan terhadap perusahaan pengiriman, dengan menerapkan denda over tonase terhadap pengiriman barang yang kelebihan muatan. ”Kalau kami tidak mungkin jika harus menekan para pengusaha truk terkait dengan over tonase tersebut, harusnya pemerintah menekan kepada para perusahaan pengirim barang,” katanya. Sebab jika hal itu tidak dilakukan, pengusaha pengangkut akan berebut menambah tonase muatan. (amh/ric/ce1)