Sudah Dua Pekan Harga Daging Ayam Terus Merangkak

269

KENDAL—Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Kendal naik tinggi. Kenaikan terjadi sudah hampir dua pekan terakhir. Akibatnya para pedagang sepi mendapatkan keuntungan sedikit lantaran warga pembeli menurun.

Belum diketahui penyebab pasti kenaikan harga ayam ini. Namun rata-rata pedagang menyatakan kenaikan disebabkan minimnya stok ayam dari pemasok yang mulai berkurang setiap harinya.

Kenaikan daging ayam mencapai Rp 8 ribu per kilogramya. Yakni dari Rp 27 ribu kini oleh pedagang dijual Rp 35 ribu. Menurut pedagang kenaikan sebenarnya sudah terjadi sejak akhir tahun 2015 dan awal tahun 2016 lalu. Harga ayam naik mulai dari Rp 23 ribu perkilogram menjadi Rp 25 ribu.

“Tapi kenaikan melonjak tinggi terjadi dua pekan ini, sampai Rp 35 ribu per kilogram, sama persis dengan harga pada saat lebaaran idul fitri. Banyak pembeli yang protes, tapi ya mau gimana, kami pedagang juga tidak ingin rugi,” ujar Nuryati, 42, salah seorang pedagang di Pasar Kendal, Kamis (21/11).

Ia mengaku, pasokan daging ayam selalu minim setiap harinya. Jika biasanya ia mendapatkan pasokan 25-30 ekor perhari, sekarang cuma 10-15 ekor. “Katanya banyak peternak yang gagal panen akibat musim penghujan, banyak ayam yang mati,” tandasnya.

Naiknya harga ayam dan minimnya pasokan ayam, diakuinya menyebabkan ia mendapatkan sedikit keunutngan. Pasalnya, hasil penjualannya menurun akibat sepinya pembeli. Jika biasnaya keuntungan rata-rata Rp 200 ribu, sejak kenaikan ia mendapat keuntungan Rp 70 ribu.