Beli Paksa Tanah untuk Pelebaran Jalan

485

Pertanyaan :
Assalamu’alaikum yth Bapak DR KH Ahmad Izzuddin, M Ag di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati dan saya takzimkan. Bagaimanakah hukumnya jual beli yang berdasarkan keterpaksaan? Misalnya pemerintah yang memaksa pemilik tanah menjual tanahnya untuk pelebaran jalan, apakah tindakan pemerintah seperti ini dapat dibenarkan dalam Islam? Terima kasih sudah berkenan membaca pertanyaan saya. Mohon jawaban dan penjelasannya. Wassalamu’alaikum Warahmatullah.
Lutfiana, 085741245xxx di Semarang

Jawaban :
Wa’alaikumussalam Warahmatullah Saudari Luthfiana di Semarang yang saya hormati dan semoga selalu mendapat rahmat dari Allah SWT. Terima kasih atas pertanyaannya.

Menanggapi pertanyaan saudari di atas, memang jika kita perhatikan arus lalu lintas di Indonesia semakin padat. Menjelang musim mudik saja, kemacetan masih banyak terjadi di mana-mana sampai selesainya arus balik. Begitu juga dengan momen-momen lain yang tidak mengikat agama tertentu.

Pemerintah telah melakukan banyak sekali usaha untuk menekan terjadinya kemacetan, salah satunya adalah melalui pelebaran jalan. Usaha yang dilakukan pemerintah semacam ini adalah diperbolehkan, jika memang pemerintah memberikan ganti rugi yang layak dan kebijakan tersebut mengandung kemaslahatan umum yang bersifat universal. Karena pada dasarnya dalam Islam dikenal kaidah ”Maslahatul Ammah Muqoddimat ala Mashlahatil Khossoh” yang artinya kemaslahatan umum (makro) lebih diprioritaskan secara syar’i daripada kemaslahatan pribadi (mikro). Kebijakan seperti ini juga pernah dipraktikkan oleh Sayyidina Umar RA saat perluasan Masjidil Haram.

Demikian jawaban dan penjelasan dari saya, wallahu a’lam bisshowab. Semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin . (*/ric/ce1)