Gubernur Siapkan Dua Penampungan

Sambut 1.529 Eks Gafatar dari Kalbar

288

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo telah mempersiapkan diri menyambut 1.529 eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipulangkan dari Kalimantan Barat (Kalbar) ke Jawa Tengah (Jateng) melalui jalur laut. Dijadwalkan, kapal tersebut akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Minggu (24/1) mendatang.

Karena itulah, pihaknya berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk merumuskan pola penerimaan ribuan orang eks anggota Gafatar tersebut. ”Yang jelas, kami mempersiapkan dulu shelter bagi mereka supaya merasa nyaman dulu, mandi, makan, istirahat. Baru nanti diajak bicara,” ujar Ganjar yang mengaku akan menyediakan waktu untuk menjemput rombongan eks Gafatar itu.

Ganjar mengaku telah dihubungi Menkopolhukam dan berkoordinasi dengan Wakil Gubernur Kalbar untuk mengawal kedatangan kapal tersebut. Pemprov Jateng telah menyiapkan dua tempat penampungan sementara. Yaitu Wisma Haji Donohudan Solo dan Transito Kecamatan Tugu Kota Semarang. Jika dua tempat itu tidak cukup, akan dibangun tenda-tenda untuk menampung mereka yang sifatnya sementara.

Begitu usai berlabuh atau merapat di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, pihaknya bersama TNI-Polri, organisasi keagamaan di Jateng akan terus memantau ribuan eks Gafatar yang mayoritas merupakan warga Jatim, Jogja dan Jateng.

”Kesbangpol Jateng sudah siap melakukan follow up. Akan mendata nama-nama dan mencari tahu latar belakangnya. Siapa keluarga mereka, tempat tinggalnya di mana, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Data-data itu akan dijadikan bahan prakondisi. Sebab, Ganjar telah diwanti-wanti Menkopolhukam agar seluruh anggota Gafatar bisa kembali ke keluarga masing-masing dalam kondisi baik. Karena itu, akan ada sesi pencerahan dengan menggandeng majelis ulama dan Kerukunan AntarumatBberagama agar mereka kembali ke jalan benar.

Ganjar mengungkapkan, yang terpenting untuk tahap awal pemulangan ini adalah mengembalikan ke keluarga mereka. Termasuk kesiapan untuk melakukan pendataan ribuan pengikut Gafatar yang sampai sekarang datanya masih simpang siur.