Kebutuhan Furniture Domestik Naik Tajam

725

SEMARANG – Asosiasi Meubel Indonesia (Asmindo) terus menggenjot penjualan domestik. Besarnya potensi pasar domestik, seiring dengan tingginya pembangunan properti di Indonesia, membuat kebutuhan dan permintaan furniture meningkat cukup tajam.

Ketua Bidang Pemasaran Asmindo, Andre Sundrio, di sela Roadshow Pameran IFFINA, kemarin mengatakan, omzet furniture secara nasional untuk tahun lalu saja mencapai Rp 4 triliun. Ssaat ini, menurut Andre, pembangunan properti sedang tinggi-tingginya, sehingga potensi pasar domestik sendiri cukup besar.

Namun demikian, dari angka Rp 4 triliun tersebut, produsen dikuasai oleh beberapa perusahaan asing yang masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, menurut Andre, perlu diadakan branding meubel Indonesia, sehingga tumbuh kesadaran masyarakat agar mencintai produk-produk asli dalam negeri. “Kita ini kaya sumber daya alam, juga banyak produsen meubel dalam negeri. Jadi jangan sampai istilahnya anak ayam mati di lumbung padi,” ujarnya.

Pameran yang akan digelar di Jakarta Convention Center pada 10-13 Maret mendatang dan diikuti oleh 250 produsen meubel Indonesia ini tak hanya menyasar pasar domestik, tapi juga berupaya untuk menggaet konsumen dari luar negeri. “Sesuai dengan yang ditargetkan oleh Presiden Jokowi bahwa ekspor furniture kita harus naik 300 persen. Berarti dari 2 miliar dolar AS menjadi 6 miliar dolar AS,” sebut Andre.

Menurutnya, target untuk menyamai angka ekspor furniture dari Vietnam ini bukanlah hal yang mudah. Namun demikian, pihaknya terus berupaya untuk mencari titik permasalahan juga penyelesain guna meningkatkan nilai ekspor furniture. “Kalau nanti ditemukan di bahan baku ada permasalahan, maka kita akan bicarakan dengan pemerintah agar proses impor bahan baku dari luar negeri dipermudah. Karena yang terjadi di Vietnam, ketika angka ekspor naik, berbanding lurus dengan kenikan impor bahan baku dair luar negeri juga,” ungkapnya.

Selain itu, dengan adanya pameran juga diharapkan dapat lebih memperkuat brand furniture Indonesia, sehingga dapat lebih banyak menggaet konsumen dari luar negeri. (dna/smu)