Pengelolaan Terminal Bawen Kurang Maksimal

734
TAK OPTIMAL: Terminal Bus Bawen sepi, karena Bus jarang masuk ke terminal yang sudah selesai direvitalisasi. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK OPTIMAL: Terminal Bus Bawen sepi, karena Bus jarang masuk ke terminal yang sudah selesai direvitalisasi. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK OPTIMAL: Terminal Bus Bawen sepi, karena Bus jarang masuk ke terminal yang sudah selesai direvitalisasi. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK OPTIMAL: Terminal Bus Bawen sepi, karena Bus jarang masuk ke terminal yang sudah selesai direvitalisasi. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BAWEN- Pengelolaan terminal Bawen oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Semarang dinilai kurang maksimal. Sehingga lalu lintas di lingkungan terminal masih semrawut. Bahkan bus-bus jarang yang masuk ke terminal. Hal itu menyebabkan pedagang makanan dan penjual tiket di terminal mengeluh sepi pembeli.

Ketua Paguyuban Pekerja Terminal Bawen (PPTB), Agus Suroto mengatakan, kondisi terminal saat ini memang masih dalam masa revitalisasi. Kendati demikian menurut Agus, Dishubkominfo sebagai pengelola terminal masih bisa memaksimalkan pengelolaan. Misalnya menata rambu-rambu dan mengatur rekayasa lalu lintas bus dan kendaraan pribadi yang masuk.

“Rambu-rambu pengarah Solo-Jogja di pasang di pintu masuk, akibatnya kendaraan pribadi pada masuk ke terminal. Ini jadi semrawut dan rawan kecelakaan karena bercampur dengan lalu lintas bus. Seharusnya petugas Dishubkominfo melakukan pengelolaan secara maksimal,” tutur Agus, Kamis (21/1) kemarin.