PKL Pasar Kembang Akan Ditata

616

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berkomitmen melakukan revitalisasi Kali Semarang. Sebab, kawasan tersebut menjadi salah satu aset daerah yang dapat dimanfaatkan sebagai area wisata budaya. Tahun ini, pemkot berencana melakukan penataan terhadap pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Kembang Kalisari yang berdiri di sekitarnya.

”Pasar Kembang Kalisari telah menjadi ikon Kota Semarang. Para pedagang di sana tidak akan digusur, tetapi ditata agar lebih rapi,” kata Sekretaris Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Semarang, Irwansyah, Kamis (21/1) kemarin.

Ia menjelaskan, kawasan Kalisari Semarang nantinya akan dibuat seolah taman kota. Bangunan lapak Pasar Kembang yang awalnya menutupi Kali Semarang akan diangkat dan dijadikan lapak dua lantai dengan desain lantai satu yang terbuka. ”Ini memungkinkan pejalan dapat melihat Kali Semarang secara langsung,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pada 2016 ini, pembangunan tahap pertama akan segera dilakukan. Dana yang disiapkan sebesar Rp 9,6 miliar dari total anggaran Rp 12 miliar. Panjang kawasan yang akan ditata sepanjang 400 meter. ”Jika Februari sudah masuk lelang, maka Mei sudah jalan (pembangunan). Diharapkan Oktober sudah berubah (selesai),” tandasnya.

Irwan mengklaim telah ada kesepakatan dengan para pedagang. Menurut dia, seluruh pedagang setuju dengan rencana penataan tersebut dan bahkan menginginkan kondisinya berubah menjadi lebih baik. ”Dalam melakukan kajian hingga penyusunan DED (detail engineering design), mereka selalu kami libatkan,” terangnya.

Sementara itu, konsultan perencanaan dari CV Artha Gumilar, Yoyok Tri Sulistyo menambahkan, berdasarkan hasil kajian di lapangan ditemukan bahwa jumlah kios yang memiliki izin di lokasi itu sebanyak 129 buah. Mereka terdiri atas pedagang karangan bunga, pot tanaman, potong rambut, bengkel, dan jasa lainnya.

”Keberadaan mereka telah memberi nilai lebih terhadap Kota Semarang, terutama sebagai tetenger dan juga berada pada pusat kota. Sehingga tetap dipertahankan, hanya saja dengan kemasan yang disesuaikan dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Oleh karena itu, PKL bunga ditata dengan cara mengangkat pada level lebih tinggi sehingga tercipta rongga yang dapat menciptakan konektivitas antara Jalan dr Sutomo, Kali Semarang dan permukiman Barusari. Terkait hal tersebut, pihaknya berencana menambah taman vertikal di seberang Kali Semarang yang dimaksudkan untuk menutup kawasan permukiman penduduk yang masih terkesan kumuh. ”Hal ini dapat menambah view menarik ke arah permukiman Barusari yang ke depannya juga harus menata diri,” pungkasnya. (fai/ida/ce1)