Ratusan Spanduk Diturunkan Paksa

424
DICOPOT : Petugas Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Pekalongan saat melepas sejumlah spanduk bermasalah di Jalan Sriwijaya, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
DICOPOT : Petugas Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Pekalongan saat melepas sejumlah spanduk bermasalah di Jalan Sriwijaya, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
DICOPOT : Petugas Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Pekalongan saat melepas sejumlah spanduk bermasalah di Jalan Sriwijaya, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
DICOPOT : Petugas Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Pekalongan saat melepas sejumlah spanduk bermasalah di Jalan Sriwijaya, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

PEKALONGAN – Lantaran tidak membayar pajak retribusi dan tidak memperpanjang izin pemasangan, Kamis (21/01) ratusan spanduk yang berada di beberapa titik diturunkan paksa petugas Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Pekalongan.

Pencopotan spanduk sebagian besar karena pihak pemasang tidak memperpanjang izin pemasangan atau masa izin pemasangan sudah habis. Namun tidak sedikit spanduk atau baliho yang dicopot karena sama sekali tidak membayar pajak atau tidak berizin.

Khusus untuk spanduk yang tidak berizin, sebagian besar berasal dari rumah makan, yang kini mulai menjamur di Kota Pekalongan. Mereka memasang banner yang dipaku pada pohon, seperti yang tampak di Jalan Kartini, Jalan Salak dan Jalan Rinjani. Sedangkan spanduk yang tidak mempanjang izin, lebih didominasi promosi barang elektronik.