Tinggi, Potensi Radikalisme di Jateng

474
CEGAH RADIKALISME: Ketua Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah, Najahab Musyafak saat memberikan pernyataan kepada wartawan, Kamis (21/1). (ADENNYAR WYCAKSONO /JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEGAH RADIKALISME: Ketua Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah, Najahab Musyafak saat memberikan pernyataan kepada wartawan, Kamis (21/1). (ADENNYAR WYCAKSONO /JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEGAH RADIKALISME: Ketua Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah, Najahab Musyafak saat memberikan pernyataan kepada wartawan, Kamis (21/1). (ADENNYAR WYCAKSONO /JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEGAH RADIKALISME: Ketua Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah, Najahab Musyafak saat memberikan pernyataan kepada wartawan, Kamis (21/1). (ADENNYAR WYCAKSONO /JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sejumlah daerah di Jawa Tengah berpotensi besar menjadi tempat tumbuhnya gerakan radikal. Wilayah yang masuk zona merah radikalisme tersebut di antaranya Solo, Sukoharjo, Karanganyar, dan Sragen.

Identifikasi tersebut didasarkan atas data dan pemantauan aktivitas, baik terbuka maupun tertutup terhadap keberadaan orang atau kelompok. Potensi tersebut harus segera diredam dan memperoleh penanganan intensif. ”Keempat daerah itu menjadi fokus utama gerakan deradikalisasi untuk wilayah Jawa Tengah. Jadi perlu adanya kerja sama antara beberapa pihak agar adanya pola radikalisme bisa diredam terlebih dahulu,” tutur Ketua Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah, Najahan Musyafak, kemarin.

Dia juga membantah tudingan ledakan bom di Jakarta terjadi lantaran program deradikalisasi pelaku terorisme gagal.