560 Personel Amankan Kepulangan Eks-Gafatar

374

SEMARANG – Sebanyak 560 personel gabungan siap mengamankan kedatangan eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dievakuasi dari Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (22/1) malam. Diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, Minggu (24/1) besok. Pengamanan akan dilakukan mulai dari pos kedatangan, hingga lokasi transit Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali.

Hal itu disampaikan Kapolrestabes Semarang, Kombes Burhanuddin usai rapat koordinasi lintas sektor di kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (22/1) kemarin. Dijelaskan pula, dari 560 personel tersebut merupakan instasi gabungan dari Satpol PP, Lanal, Kodim, dan pihak pelabuhan. Sebanyak 360 personel di antaranya dari kepolisian.

Setelah berlabuh, katanya, para eks-anggota Gafatar akan direlokasi sementara di Pelabuhan Tanjung Emas sebelum dipulangkan. Mereka juga diwajibkan mengikuti tes kesehatan terlebih dahulu. ”Jangan sampai ada yang mabuk laut dan dibiarkan saja. Setelah itu, mereka akan diantar sampai ke Asrama Haji Donohudan menggunakan bus umum. Perjalanan ini akan dikawal seluruh personel,” tuturnya.

Demi kelancaran keamanan, Burhanuddin telah berpesan kepada seluruh anggotanya untuk tidak terlalu menekan para eks-anggota Gafatar. ”Ini pengamanan kemanusiaan. Kebetulan yang diamankan penganut ajaran tidak sesuai dengan Pancasila. Mereka sudah dalam kondisi tertekan. Jadi harus diperlakukan secara manusiawi,” ucapnya.

Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Semarang, Kolonel Laut (P) Elka Setyawan menambahkan, pemulangan eks-anggota Gafatar akan dibagi menjadi beberapa gelombang. ”Yang sampai di Pelabuhan Tanjung Emas itu gelombang pertama. Ada 375 orang, diangkut menggunakan KRI Teluk Gilimanuk milik TNI AL. Perjalanannya sekitar 40 jam lebih,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sri Puryono mengatakan, setelah dilakukan pendataan lanjutan, total jumlah eks-anggota Gafatar yang dievakuasi di Jateng bertambah dua kali lipat. Dari sektiar 1.500 menjadi 3.000 orang. Mereka tidak hanya warga Jateng, tapi juga DKI, Jabar, dan Banten.

Pada evakuasi tahap pertama, 200 orang di antaranya diperkirakan warga Jateng dan DIJ. Tapi pihaknya mengaku tidak yakin benar karena belum bisa dipastikan identitas mereka. ”Kalau kapal sudah jalan nanti malam (kemarin, Red), data manifes baru jelas. Memang data sementara sudah ada, tapi belum terkonfirmasi siapa-siapa saja yang dievakausi tahap pertama,” imbuhnya.

Hal itu terjadi karena banyak kartu identitas seperti KTP hilang atau terbakar di base camp mereka. Sri menambahkan, anggota Gafatar akan ditampung di Donohudan selama tiga hari untuk proses pemeriksaan kesehatan dan pendataan. ”Kalau sudah, mereka akan dipulangkan ke tempat tinggalnya masing-masing,” pungkasnya. (amh/ida/ce1)