Pasien DBD Meningkat, Tambah Ruang

325

SEMARANG – Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Semarang mengalami peningkatan antara 1-0-15 persen mulai Desember 2015 hingga Januari 2016. Rata-rata pasien berasal dari Kota Semarang dan luar kota seperti Demak.

”Karena itulah, RSUD Kota Semarang memprioritaskan penanganan pasien DBD dengan menambah ruang pelayanan,” kata Direktur Umum RSUD Kota Semarang, Susi Herawati, kemarin.

Dengan penambahan ruangan, katanya, rumah sakit bisa melakukan penanganan secara khusus, sehingga tidak lagi merujuk pasien ke rumah sakit lain. ”Sehingga rumah sakit akan menambah ruang perawatan untuk mengantisipasi peningkatan pasien DBD,” katanya.

Kendati begitu, pihaknya mengharapkan kepada masyarakat agar lebih proaktif dalam membantu pemerintah melakukan pencegahan atas merebaknya penyakit DBD. Misalnya dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk yang terdapat di tempat-tempat air di rumah maupun di sekolah.

”Seperti genangan air yang berada di ban atau tempat lainnya. Kemudian mengubur barang tersebut agar tidak dijadikan tempat untuk berkembangbiaknya nyamuk,” katanya.

Orang tua pasien dari Semarang, Istikhomah, 34, mengatakan gejala DBD diawali dengan badan panas, kemudian gangguan pencernaan serta kepala pusing-pusing. ”Sebelum masuk ke rumah sakit, anak saya merasakan seperti itu. Sehingga tanpa pikir panjang, langsung saya bawa ke rumah sakit,” katanya. (hid/ida/ce1)