Petani Kebonadem Segel Proyek Pengurukan Lahan

396
PROTES: Petani dan warga menyegel tempat pengurukan lahan yang ada di Jalan Arteri Soekarno-Hatta lantaran menutup saluran irigasi dan tak miliki izin dari warga setempat. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROTES: Petani dan warga menyegel tempat pengurukan lahan yang ada di Jalan Arteri Soekarno-Hatta lantaran menutup saluran irigasi dan tak miliki izin dari warga setempat. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROTES: Petani dan warga menyegel tempat pengurukan lahan yang ada di Jalan Arteri Soekarno-Hatta lantaran menutup saluran irigasi dan tak miliki izin dari warga setempat. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROTES: Petani dan warga menyegel tempat pengurukan lahan yang ada di Jalan Arteri Soekarno-Hatta lantaran menutup saluran irigasi dan tak miliki izin dari warga setempat. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Belasan petani desa Kebonadem melakukan aksi unjuk rasa terhadap proyek pengurukan lahan sawah di Jalan Arteri Soekarno-Hatta. Proyek tersebut dianggap sebagai penyebab rusaknya lahan petani dan menutup saluran irigasi.

Selain itu, proyek pengurukan tanah diduga ilegal lantaran belum mendapatkan izin dari warga setempat untuk melakukan pengurukan. Warga akhirnya menyegel lokasi dengan memasang spanduk di lokasi. Sejumlah pekerja proyek menghentikan aktivitasnya dan memilih kabur lantaran takut menjadi amuk massa.

Menurut petani, warga sebenarnya sudah meminta secara baik-baik kepada pihak pengembang. Tapi ternyata tidak mendapatkan tanggapan. Akhirnya para petani dan warga Desa Kebonadem Kecamatan Brangsong merasa geram dan melakukan aksi penyegelan.