Ramai-Ramai Bersihkan Sungai Setu

428
SEMANGAT : Warga bersama pemerintah dan organisasi masyarakat kompak membersihkan sungai Setu di Pekalongan Selatan Kota Pekalongan, Jumat (22/1). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
SEMANGAT : Warga bersama pemerintah dan organisasi masyarakat kompak membersihkan sungai Setu di Pekalongan Selatan Kota Pekalongan, Jumat (22/1). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
SEMANGAT : Warga bersama pemerintah dan organisasi masyarakat kompak membersihkan sungai Setu di Pekalongan Selatan Kota Pekalongan, Jumat (22/1). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
SEMANGAT : Warga bersama pemerintah dan organisasi masyarakat kompak membersihkan sungai Setu di Pekalongan Selatan Kota Pekalongan, Jumat (22/1). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN – Prihatin dengan kondisi sungai yang kotor dan dangkal, Pemerintah Kota Pekalongan bersama perwakilan SKPD, Koramil, Polsek Pekalongan Selatan, Lapas, organisasi pemuda, organisasi masyarakat, penggiat kesehatan dan pecinta lingkungan membersihkan Sungai Setu, yang mengaliri wilayah Pekalongan Selatan, Jumat (22/1).

Wali Kota Pekalongan, Prijo Anggoro mengatakan melihat irigasi di lokasi tersebut dirinya prihatin. “Kita lihat sendiri, irigasi disini tidak jalan seperti semestinya. Banyak sampah, endapan tinggi. Sehingga tidak mengalir seperti seharusnya,” ucap Prijo, di sela-sela membersihkan irigasi.

Kalau dibiarkan terus menerus, maka tidak baik untuk masyarakat. Baik dari segi kesehatan, maupun bagi pertanian. Sehingga harus segera dibersihkan. Untuk itu, Pemkot menggerakkan masyarakat bersama Forkompimda serta semua stakeholder untuk berperan aktif membersihkan sungai. “Peran pemerintah cukup penting, tapi masyarakat bisa menjadi daya ungkit kami dalam gerakan bersih sungai ini,” ucapnya.

Ditambahkan Prijo, pihaknya berharap kesadaran masyarakat sekitar Sungai Setu agar tidak membuang sampah dan limbah di sungai. Karena selain mencemari, juga bisa menyebabkan sungai menjadi dangkal dan bisa menyebabkan banjir. Jika aliran kurang lancar, juga bisa menjadi sarang nyamuk. “Saya berharap ke depan, sungai di Pekalongan bisa semakin bersih. Dan layak untuk masyarakatnya,” tandasnya. (han/ric)