Jumlah SKS PT Akan Dipangkas

582
DIPANGKAS : Menristek Dikti, M Nasir mencoba melempar bola basket saat menghadiri peletakan batu pertama dan peresmian gedung olahraga milik Upgris, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPANGKAS : Menristek Dikti, M Nasir mencoba melempar bola basket saat menghadiri peletakan batu pertama dan peresmian gedung olahraga milik Upgris, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPANGKAS : Menristek Dikti, M Nasir mencoba melempar bola basket saat menghadiri peletakan batu pertama dan peresmian gedung olahraga milik Upgris, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPANGKAS : Menristek Dikti, M Nasir mencoba melempar bola basket saat menghadiri peletakan batu pertama dan peresmian gedung olahraga milik Upgris, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) akan memangkas jumlah SKS (Satuan Kredit Semester) minimal di semua Perguruan Tinggi untuk program pascasarjana magister S2 menjadi 36 SKS.

Hal itu dikatakan oleh Menristek Dikti, M Nasir saat peletakan batu pertama pembangunan gedung di Universitas PGRI Semarang (Upgris), Sabtu (23/1). Dikatakan Nasir, pemangkasan tersebut dikarenakan jumlah SKS minimal di Perguruan Tinggi yang mencapai 72 SKS dinilai kurang efektif dan tidak menyasar ke substansial. Melalui pemangkasan jumlah minimal SKS tersebut mahasiswa mampu menerapkan metodologi dengan baik.

“Mengapa SKS dikurangi di pascasarjana, output nya adalah bagaimana mahasiswa juga mampu meningkatkan publikasi di jurnal terakreditasi dan jurnal internasional,” ujarnya. Dijelaskan, posisi jumlah riset yang telah terakreditasi secara internasional untuk Indonesia masih jauh tertinggal dengan negara lain.