Optimistis Ekonomi Makro Membaik

1142
BERSAMA ISTRI DAN KARYAWAN : Iskandar Simorangkir bersama istri Gloria Jane dan dua pegawai Perwakilan BI Wilayah Jawa Tengah, Citra Tamara Sari Purba dan Mega Nazaretha di rumah dinas Gajahmungkur Kota Semarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSAMA ISTRI DAN KARYAWAN : Iskandar Simorangkir bersama istri Gloria Jane dan dua pegawai Perwakilan BI Wilayah Jawa Tengah, Citra Tamara Sari Purba dan Mega Nazaretha di rumah dinas Gajahmungkur Kota Semarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSAMA ISTRI DAN KARYAWAN : Iskandar Simorangkir bersama istri Gloria Jane dan dua pegawai Perwakilan BI Wilayah Jawa Tengah, Citra Tamara Sari Purba dan Mega Nazaretha di rumah dinas Gajahmungkur Kota Semarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSAMA ISTRI DAN KARYAWAN : Iskandar Simorangkir bersama istri Gloria Jane dan dua pegawai Perwakilan BI Wilayah Jawa Tengah, Citra Tamara Sari Purba dan Mega Nazaretha di rumah dinas Gajahmungkur Kota Semarang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PERTUMBUHAN ekonomi makro secara nasional maupun regional Jawa Tengah akan lebih baik di tahun 2016 ini. Kalau tahun 2015 hanya tumbuh 5,1-5,2 persen, maka di tahun 2016 perekonomian bisa tumbuh di kisaran 5,2 hingga 5,6 persen. Indikatornya, permintaan uang kartal (uang kertas dan logam) cukup besar. Bahkan, pada triwulan IV tahun 2015, lebih besar di bandung triwulan III 2015, hingga 5 persen.

“Punya uang lebih besar, berarti pendapatannya lebih besar. Berarti ada kegiatan ekonomi. Artinya pertumbuhan ekonomi juga naik,” kata pengarang buku Perbankan di Indonesia ini.

Indikator lain, katanya, pada tahun 2016 akan ada realisasi proyek infrastruktur pemerintah berupa pembangunan jalan tol Semarang-Solo dan beberapa waduk di Jawa Tengah. Kalau pembangunan itu berjalan, perekonomian akan tumbuh 5,6 persen. Kalau proyek tersebut mandek, pertumbuhan ekonominya sekitar 5,4 persen.