Jalan Rusak, Jembatan Putus, Sekolah Harus Jalan Kaki 3 Km

Kampung-Kampung Terisolir di Kota Semarang

550
TERTINGGAL: Jalan masuk Kampung Gebyok yang berbatu. Jika musim hujan, kondisi jalan licin dan berbahaya. (kanan) Kondisi rumah penduduk asli Kampung Gebyok yang berlantai tanah liat. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERTINGGAL: Jalan masuk Kampung Gebyok yang berbatu. Jika musim hujan, kondisi jalan licin dan berbahaya. (kanan) Kondisi rumah penduduk asli Kampung Gebyok yang berlantai tanah liat. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERTINGGAL: Jalan masuk Kampung Gebyok yang berbatu. Jika musim hujan, kondisi jalan licin dan berbahaya. (kanan) Kondisi rumah penduduk asli Kampung Gebyok yang berlantai tanah liat. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERTINGGAL: Jalan masuk Kampung Gebyok yang berbatu. Jika musim hujan, kondisi jalan licin dan berbahaya. (kanan) Kondisi rumah penduduk asli Kampung Gebyok yang berlantai tanah liat. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sejumlah kampung di Kota Semarang tertinggal dengan kampung lain. Prasarana dan sarana, termasuk kondisi infrastruktur masih jauh dari layak. Padahal keberadaan kampung ini masih bagian dari Kota Semarang sebagai Kota Metropolitan. Hiruk-pikuk kehidupan perkotaan tak terasa di kampung-kampung ini.

KAMPUNG Gebyok berada di wilayah Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati. Nama kampung ini memang kurang begitu dikenal. Maklum, letak Kampung Gebyok memang jauh dari perkotaan. Padahal sebenarnya lokasi kampung ini tak jauh dari kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sekaran. Namun kondisi kampungnya bak bumi dan langit dibanding dengan kawasan Unnes yang penuh ingar-bingar.

Akses menuju kampung ini tergolong sulit untuk dilewati. Ada empat pintu masuk kampung tersebut yang semuanya melewati jalan berbatu. Pintu masuk pertama melewati wilayah Kelurahan Kalisegoro. Akses jalan penuh bebatuan dan jika hujan kondisi jalan licin serta berlumpur. Pintu masuk kedua melalui wilayah Kelurahan Patemon. Saat ini, akses melalui Kelurahan Patemon tidak bisa dilewati, karena jembatan penyeberangan terputus.