Belum Ada Juklak, Dipastikan Molor

334
ANTISIPASI: Persediaan beras medium untuk masyarakat di Jateng saat ini mencukupi hingga pertengahan Januari. Untuk mengantisipasi kekurangan stok karena mundurnya panen raya, Bulog menyiapkan beras premium. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTISIPASI: Persediaan beras medium untuk masyarakat di Jateng saat ini mencukupi hingga pertengahan Januari. Untuk mengantisipasi kekurangan stok karena mundurnya panen raya, Bulog menyiapkan beras premium. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Warga miskin di Kabupaten Semarang harus bersabar menunggu turunnya beras untuk warga miskin (raskin) tahun 2016. Sebab Surat Surat Keputusan (SK) Gubernur Jateng mengenai petunjuk pelaksanaan (Juklak) program raskin maupun pagu (alokasi) raskin untuk Kabupaten Semarang belum rampung.

“Jatah raskin bulan Januari belum bisa disalurkan karena belum ada juklak dari gubernur. Kemungkinan jatah Januari diterimakan beberengan dengan jatah Februari,” ungkap Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Semarang, Heru Cahyono, kemarin.

Menurut Heru, saat ini pihaknya baru mendapat pagu raskin untuk 46.450 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) untuk menerima raskin sebanyak 8.361.000 kilogramper tahun. Sedangkan untuk jumlah pastinya masih menunggu SK Gubernur Jateng. Sehingga raskin 2016 belum bisa dibagikan di bulan Januari ini.

“Harga pembelian pemerintah (HPP) untuk pengadaan program raskin sebesar Rp 7.300 per kilogram. Sedangkan untuk harga jual raskin kepada RTSPM masih sama, yakni Rp 1.600 per kilogram karena ada subsidi. Setiap RTSPM mendapat jatah 15 kg per bulan,”imbuhnya.

Ditambahkan Kasubag Bina Pertanian dan SDA Bagian Perekonomian, Sutrisno, penentuan penerima manfaat program raskin adalah kewenangan tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan (TNP2K). Nama-nama penerima manfaat tersebut sesuai data warga miskin yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Juklak program raskin tahun 2016 dari gubernur by name by address RTSPM segera turun. Sehingga raskin dapat segera dilaksanakan. Kalau belum ada juklaknya kita tidak bisa menyalurkannya,” imbuhnya. (tyo/ida)