Klasifikasi SIM C Masih Wacana

547
SUDAH TERSEDIA : Satlantas Polres Pekalongan Kota sudah mendapatkan pasokan sekitar 3.000 lembar blangko SIM dari Polda Jateng. Masyarakat yang hanya mendapatkan surat keterangan bisa mengambil kartu SIM. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SUDAH TERSEDIA : Satlantas Polres Pekalongan Kota sudah mendapatkan pasokan sekitar 3.000 lembar blangko SIM dari Polda Jateng. Masyarakat yang hanya mendapatkan surat keterangan bisa mengambil kartu SIM. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Peraturan baru mengenai pengklasifikasian Surat Izin Mengemudi (SIM) C berdasarkan kapasitas mesin atau cc motor, masih sebatas wacana. Kendati sudah merebak di media sosial belakangan ini.

“Klasifikasi SIM C tersebut baru merupakan revisi dari Peraturan Pemerintah nomor 50 tahun 2010. Memang sudah sempat disosialisasikan, namun masih sebatas wacana,” kata Kasat Lantas Polres Pekalongan Kota AKP Dwi Nugraha.

Menurut Dwi Nugroho, terkait perturan baru yang sudah dijadikan draft dan sudah diajukan tersebut, kepolisian belum mendapatkan perintah untuk menerapkan kepada pengendara.

Sebelumnya merebak informasi tentang kebijakan Korlantas Mabes Polri tahun ini yang mengeluarkan peraturan baru bahwa tidak semua pemilik motor otomatis bisa mengantongi SIM C. Namun akan dikelompokkan ke dalam 3 golongan yakni SIM C atau polos, SIM C1 dan SIM C2.

Penggolongan klasifikasi ini berdasarkan kapasitas dari mesin motor atau cc. Dengan aturan, bagi pemilik SIM C polos hanya untuk sepeda motor berkapasitas mesin kurang dari 250 cc, SIM C1 untuk sepeda motor berkapasitas 250-500 cc. Dan SIM C2 untuk sepeda motor berkapasitas mesin 500 cc ke atas atau pengendara motor gede (moge) dan sejenisnya. (han/ida)