Luapan Sungai Kendal Genangi 9 Kelurahan

328
CUKUP TINGGI: Banjir yang menggenangi Jalan Kaligawe cukup tinggi dan mengganggu arus lalu lintas. Foto lain, luapan sungai BKT memasuki rumah warga. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
CUKUP TINGGI: Banjir yang menggenangi Jalan Kaligawe cukup tinggi dan mengganggu arus lalu lintas. Foto lain, luapan sungai BKT memasuki rumah warga. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

KENDAL—Bencana banjir kembali menghantui warga Kecamatan Kendal Kota. Pasalnya, hujan beberapa hari terakhir membuat debit air sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman sekitar.

Sedikitnya di Kecamatan Kendal Kota ada sembilan kelurahan menjadi langganan banjir. Yakni Kelurahan Trompo, Kebondalem, Kalibuntu, Langenharjo, Pegulon, Ngilir, Patukangan, Balok, dan Bandengan. Sembilan kelurahan tersebut selalu terkena dampak luapan sungai Kali Kendal. Penyebabnya debit air sungai meningkat karena mendapat kiriman dari wilayah atas, seperti seperti Patean, Boja, Singorojo dan sekitarnya.

Prahayoga, 31, warga Ngilir mengaku meski hujan di Kendal tidak terlalu lebat namun debit sungai Kendal sudah meluap. Bahkan sejak pukul 07:00 pagi (24/1) kemarin luapan sungai sampai ke jalan-jalan dan permukiman warga.“Ketinggian air berkisar 30-40 sentimeter saja. Penyebabnya kemungkinan tumpahan air dari daerah atas, mengingat sungai Kali Kendal ini menjadi pertemuan arus antara sungai dengan laut,” katanya.

Meski tidak terlalu tinggi, namun menurutnya sudah cukup mengganggu aktivitas warga. Pasalnya, kemana-mana warga harus bergelut dengan air yang kotor karena bercampur dengan sampah. “Jadi kaki kerap gatal karena air bah yang masuk ke dalam rumah,” keluhnya.

Hal senada dikatakan Sutrisno 44, warga Kelurahan Trompo. Ia menambahkan jika sungai Kali Kendal mulai penuh pada pagi hari. Air berwarna kecokelatan mengalir deras dan meluap di jalan-jalan. “Sebagian rumah di sini sudah mulai kemasukan air,” kata Sutrisnoa.