Putri Anggota KPU Ditemukan

Jadi Anggota Gafatar di Menpawah, Kalbar

505
DIJEMPUT: Faradina Ilma dan Eko Siswandoyo tiba di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Minggu (24/1) kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIJEMPUT: Faradina Ilma dan Eko Siswandoyo tiba di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Minggu (24/1) kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIJEMPUT: Faradina Ilma dan Eko Siswandoyo tiba di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Minggu (24/1) kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIJEMPUT: Faradina Ilma dan Eko Siswandoyo tiba di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Minggu (24/1) kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Setelah menghilang sejak 21 November 2015, Faradina Ilma, 25, putri anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosialisasi, Abdul Kholiq, akhirnya kembali, Minggu (24/1). Perempuan yang tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Provinsi Jatim dan alumnus S2 Fakultas Planologi Universitas Diponegoro (Undip) ini ternyata benar terlibat dalam organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Fara tiba dari Pontianak, Kalimantan Barat di Bandara Ahmad Yani Semarang bersama kedua orang tuanya, Abdul Kholiq dan Nurul Iana. Selain itu, juga Eko Siswandoyo, warga Jember Jatim, yang sebelumnya disebut-sebut sebagai penculik Fara saat berada di kosnya Kampung Kebonsari Manunggal, Jambangan, Surabaya. Dari Pontianak, mereka menumpang pesawat Lion Air pukul 16.00.

Aparat kepolisian yang sudah bersiaga di bandara langsung mengamankan keempatnya di ruang VIP Bandara Ahmad Yani. Tampak juga aparat Kesbangpol Jateng dan Camat Tugu HM Yenuarso. Kebetulan Fara tercatat sebagai warga Tugurejo Gang 12, Kecamatan Tugu, Semarang.