Dinkes Keluarkan Peringatan Waspada DBD dan Chikungunya

480

UNGARAN-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang mengeluarkan peringatan waspada penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan chikungunya. Sebab di musim penghujan ini berpotensi rawan penularan penyakit tersebut.

“Kami sudah membuat surat edaran untuk kewaspadaan dini yakni antisipasi timbulnya penyakit DBD dan chikungunya. Kami mengimbau kepada seluruh jajaran hingga sampai pelosok desa untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” kata Kepala Dinkes, drg. Gunadi, Senin (25/1) kemarin.

Gunadi menambahkan, saat ini wilayah di sekitar Kabupaten Semarang angka penderita penyakit DBD dan chikungunya sudah mulai tinggi. Sehingga Kabupaten Semarang perlu melakukan langkah kewaspadaan berupa antisipasi dengan menjaga hidup sehat. Termasuk rutin membersihkan lingkungan untuk memberantas sarang nyamuk.“Memang saat ini belum terjadi kondisi luar biasa (KLB) DBD dan chikungnya, tapi antispasi karena wilayah sekitar kita tren penderitanya naik. Selain dua penyakit itu, masyarakat juga harus antisipasi penyakit yang kerap muncul di musim hujan seperti influenza,” imbuhnya.

Menurut Gunadi, pihaknya juga telah melakukan langkah antispasi baik tenaga medis juga obat-obatan. Hanya saja menurut Gunadi, pihaknya berupaya tidak melakukan fogging atau pengasapan untuk membasmi nyamuk. Kecuali memang dalam keadaan luar biasa yakni sudah ada warga yang positif menderita DB atau chikungunya.“Kalau di fogging terus menerus bisa berbahaya, sebab fogging itu menggunakan insektisida. Sehingga dapat meracuni masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Kasi Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinkes Kabupaten Semarang, Wahyono mengatakan, kasus DBD tersebut akan tinggi pada siklus lima tahunan. Di tahun 2010 penderita DBD tebus 600 kasus, selanjutnya menurun dan pada di tahun 2015 lalu meningkat sebanyak 504 kasus dan ada 6 orang yang meninggal dunia. “Jumlah angka kasus di tahun 2015 itu lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2014 yang hanya 327 kasus. Di tahun 2015 lalu belum KLB tetapi sudah mengarah ke arah KLB DBD. Sedangkan chingkunya di tahun 2015 lalu tidak ada kasus,” ujarnya.

Wahyono memprediksi di tahun 2016 ini angka kasus penderita DBD turun dibandingkan dengan tahun 2015. Kendati demikian pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat melakukan antisipasi melakukan pola hidup sehat dan melakukan PSN. “Musim penghujan memang berpotensi, tetapi prediksi kami DBD akan menurun,” pungkasnya. (tyo/zal)