Jateng Berupaya Buka Pasar ke Singapura

433

SEMARANG – Diversifikasi produk maupun negara tujuan ekspor terus dikembangkan oleh Jawa Tengah. Hal ini sebagai upaya mengantisipasi penurunan nilai ekspor dari provinsi tersebut.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, saat ini tujuan utama ekspor Jawa Tengah masih berkisar Tiongkok, Amerika dan Eropa. Oleh karena itu diperlukan diversifikasi usaha, dengan menciptakan inovasi baru yang bisa ditawarkan ke beberapa negara lainnya.

Menurutnya, hal ini juga menjadi peluang yang cukup besar bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk ambil bagian. Dari sektor garmen, misalnya. Untuk dapat berjalan seiring dengan garmen skala besar, UMKM dapat menawarkan batik dengan tema khusus. “Saya rasa ini peluang yang cukup besar. Demikian juga dengan furniture, yang masih berpeluang jika dikembangkan,”ujarnya, kemarin.

Ditambahkan Gubernur, menurutnya, produk pertanian saat ini juga memiliki peluang ekspor yang cukup besar. Sayur-sayuran dan buah-buahan dari Temanggung dan Wonosobo, misalnya. Ia menilai, produk-produk pertanian dari kawasan tersebut sudah siap untuk diekspor. “Tinggal tugas pemerintah adalah mencari potensi-potensi negara baru untuk membuka pasar di sana. Untuk produk pertanian ini, kalau kita bisa tembus Singapura saja, ini sudah luar biasa,” ungkapnya.

Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Tengah Margo Yuwono menambahkan, tiga komoditas utama yang memiliki nilai ekspor tertinggi Jawa Tengah yaitu tekstil dan barang tekstil, kayu dan barang dari kayu serta bermacam barang dari hasil pabrikan. Tekstil dan barang tekstil memberikan andil sebesar 42,61 persen, kayu dan barang kayu 18,65 persen, bermacam barang hasil pabrik 12,86 persen. (dna/smu)