Kuatkan Identitas Pariwisata Pekalongan dengan Batik

347
DISKUSI : Pengurus BP2KP saat bertemu dengan Pj Wali Kota Pekalongan membahas perkembangan wisata di tahun 2016. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
DISKUSI : Pengurus BP2KP saat bertemu dengan Pj Wali Kota Pekalongan membahas perkembangan wisata di tahun 2016. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
DISKUSI : Pengurus BP2KP saat bertemu dengan Pj Wali Kota Pekalongan membahas perkembangan wisata di tahun 2016. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
DISKUSI : Pengurus BP2KP saat bertemu dengan Pj Wali Kota Pekalongan membahas perkembangan wisata di tahun 2016. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN – Untuk menarik minat wisatawan ke Pekalongan, penggiat wisata dan pengelola penginapan diharapkan memperkuat identitas dengan batik. Terutama ornamen batik pada tempat usahanya.

Hal tersebut disampaikan Pj Wali Kota Pekalongan Prijo Anggoro saat bertemu pengurus Badan Promosi Pariwisata Kota Pekalongan (BP2KP), Senin (25/1) di kantornya, kompleks Balaikota Pekalongan. “Intinya saya sangat mendukung sekali program penggiat wisata ini. Namun saya pesan untuk memperkuat ornamen batik di tempat usahanya,” tegas Prijo.

Menurutnya, dengan semakin meriahnya ornamen batik, setiap wisatawan yang datang langsung, terkesan dengan batik Pekalongan. Karena, walaupun sudah menjadi Kota Batik, namun ornamen batik sebagai identitas Pekalongan masih sangat kurang. “Coba kalau akan masuk hotel, pilar-pilarnya sudah beraroma batik. Belum masuk hotel sudah terasa kesan batiknya,” lanjutnya.

Selain itu, dirinya meminta agar pengelola wisata memiliki jadwal khusus angkutan yang lewat dan berhenti di Kota Pekalongan. Terutama kereta api, karena wisata selalu berhubungan dengan angkutan.