Ninin Konsentrasi Emas PON

Dipulangkan dari Pelatnas

384

Ninin sempat dipaksakan tampil di Pra-PON yang berlangsung di Jakarta, November tahun lalu untuk mengamankan tiket PON XIX/2016 di Jabar. Setelah memenangkan dua kali pertandingan awal dengan menahan rasa sakit, tiket PON 2016 sudah di tangan. Dia terpaksa berhenti dan tidak melanjutkan pertandingan di perempat final karena dikhawatirkan cederanya makin parah. “Yang penting Ninin sudah dapat tiket PON 2016, kalau dipaksakan mencari medali Pra-PON khawatir cederanya makin parah. Medali di Pra-PON menurut saya tidak begitu penting,” ujar Ketua Umum Pengprov TI Jateng Soegiono Boedisantoso.

Karena tampil tak optimal di Pra-PON tersebut, Ninin akhirnya dicoret dari Satlak Prima. Pra-PON memang menjadi ajang evaluasi serta penentuan promosi dan degradasi atlet Satlak Prima atau pelatnas.

“Saya kira memang tidak menjadi masalah. Ninin masih sangat muda dan masih punya masa depan yang panjang untuk karir teakwondonya. Dia masih bisa bertanding di Olimpiade 2020,” tambah Soegiono.

Kabid Binpres Pengprov TI Jateng yang juga pelatih senior taekwondo Jateng Singgih Hendarto menambahkan, absennya Ninin di Olimpiade Brasil justru menjadikannya lebih fokus untuk meraih medali emas di PON 2016. “Waktu sekitar delapan bulan sebelum PON ini akan kami manfaatkan untuk menyembuhkan cederanya, semoga saja berhasil baik. Ninin salah satu andalan taekwondo Jateng untuk meraih medali emas,” sebutnya. (smu)