Akrab dengan Waria

459
Tafsir (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Tafsir (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Tafsir (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Tafsir (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DI saat masyarakat umum masih memandang rendah serta memarjinalkan kaum waria, Tafsir justru merangkul mereka. Selain itu, ia juga memberikan pendampingan atas berbagai masalah yang mereka hadapi. Tidak hanya itu saja, ia bahkan berhasil memberdayakan anak-anak jalanan serta masyarakat korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Pria yang baru saja dilantik sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah itu adalah ulama yang sangat peduli terhadap kaum tertindas. Di saat sebagian orang memilih untuk berdakwah di hotel dan gedung-gedung mewah, ia justru memilih terjun ke akar rumput seperti kampung-kampung kumuh dan jalanan.

”Dakwah itu menyapa semua orang dari lorong gelap sampai dunia gemerlap. Oleh karena itu, jadilah bunga teratai yang selalu mekar dalam comberan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menjelaskan, banyak hal yang menjadikan waria dan anak jalanan seperti sekarang ini. Selain faktor ekonomi, ada banyak faktor lain yang memengaruhinya. Antara lain salah pergaulan dan tersedianya peluang. ”Bukannya berkurang, jumlah mereka justru semakin bertambah. Bahkan kebanyakan mereka dari keluarga yang religius,” imbuh pria kelahiran Kebumen, 16 Januari 1964 ini.

Sebagai manusia, lanjut dia, mereka juga bagian dari masyarakat. Meskipun memiliki sisi negatif, mereka juga memiliki sisi kemanusian. Menurutnya, tidak ada masyarakat yang ingin menjadi waria. Begitu juga tidak ada manusia yang ingin hidup miskin. Hal ini yang tidak dapat dilihat oleh masyarakat yang mengaku sehat sehingga mengasingkan kaum ini. (fai/ric/ce1)