Anak dan Menantu Hilang, Lapor Polisi

329

PARTINI, warga Jalan Cempedak Utara, Kelurahan Lamper Lor, Semarang Utara masih diliputi kecemasan. Sebab, anak dan menantunya yang bergabung dengan organisasi masyarakat (Ormas) Gafatar belum diketahui nasibnya. Ia sangat berharap, sang anak, Inka, dan menantunya, Andif Nugroho, warga Rejosari Gang 1 No 4 RT 2 RW 11 Semarang Timur bisa kembali dengan selamat. Dirinya tak mempermasalahkan, sekalipun anak dan menantunya itu selama bergabung dengan Gafatar telah melakukan ritual keagamaan yang menyimpang dengan ajaran Islam.

”Elek-eleko juga masih anak saya. Ya, harapan saya, bisa pulang ke rumah lagi. Memang awalnya saya malu melaporkan saat anak saya sudah hilang kontak dengan keluarga,” ungkap Partini usai melapor di Polrestabes Semarang kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (26/1).

Dia mengatakan, anak dan menantunya tersebut meninggalkan rumah sejak 4 bulan setelah menikah pada April 2013 silam. Keduanya memutuskan hijrah ke Kalimantan Tengah dengan alasan bekerja wiraswasta. Saat itu, Inka dalam kondisi hamil muda.

”Dia juga pamit sama saya. Malahan saya antar ke Bandara Ahmad Yani. Tapi tidak bersama suaminya. Andif duluan berangkat ke Kalimantan. Sampai Kalimantan turun dari pesawat, juga masih nelepon saya,” kenangnya.

Namun setelah Lebaran 2014, ia sudah hilang kontak dengan anak dan menantunya tersebut. Namun sebelum putus kontak, lanjut Partini, anak dan menantunya tersebut memberikan alamat berbeda kepada pihak keluarga masing-masing. ”Besan saya (orang tua Andif) memberi alamat yang berbeda. Saya jadi bingung,” katanya.

Diakuinya, sebelum meninggalkan rumah, pasangan tersebut sudah bergabung dengan Gafatar sejak 2013 ketika keduanya masih kuliah di Teknik Kimia Universitas Diponegoro (Undip). Orang tua keduanya juga sangat mendukung aktivitas Inka dan Andif lantaran kegiatan Gafatar bersifat sosial. Bahkan sejumlah barang dan benda seperti buku bacaan dan jaket Gafatar juga dimiliki kedua orang tersebut.