Anak dan Menantu Hilang, Lapor Polisi

334

”Ya, dulu ketika masih pacaran, dia cerita sama saya mengikuti ormas Gafatar. Kegiatannya bakti sosial. Ya, saya biarkan. Tapi, setelah munculnya isu dr Rica yang diduga ikut Gafatar juga hilang tanpa kabar. Nah di situ saya mulai resah,” ujarnya.

Partini sendiri melihat ada perubahan perilaku pada anak dan menantunya setelah bergabung dengan Gafatar. Menurut Partini, anak keduanya tersebut sering meninggalkan salat dalam setiap harinya. ”Sudah jarang salat. Pemikirannya juga sudah berubah,” katanya.

Harsono, orang tua Andif juga mengatakan hal sama. Putranya juga sering marah-marah kalau dinasihati, dan kerap berdebat dengan dirinya. ”Anak saya bilang kalau salat itu tidak harus menghadap kiblat. Terserah menghadap mana saja. Sering marah-marah sama saya kalau dinasihati,” terangnya saat mendampingi pelaporan Partini di hadapan petugas.

Partini menambahkan, sebelumnya ia merasa senang ketika ada informasi adanya pemulangan mantan anggota Gafatar dari Kalimantan Tengah di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Namun ia kembali sedih, karena dalam pendataan tidak tercantum nama anak dan menantunya tersebut.

”Kemarin saya sudah mencari di Pelabuhan Tanjung Emas, tapi setelah saya tanyakan kepada petugas pendataan tidak ada nama Inka dan Andif. Saya disarankan untuk melapor di kepolisian. Harapan saya, mudah-mudahan di kloter berikutnya nanti, ada nama anak dan menantu saya. Sebab, saya khawatir keduanya malah lari ke hutan,” tuturnya sedih. (mha/aro/ce1)