Campur Aduk Semua Agama

363
SESAT: Harsono menunjukkan foto putranya Adip Nugroho yang menjadi pengikut Gafatar saat Diskusi di Gedung Gradika Gubernuran, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SESAT: Harsono menunjukkan foto putranya Adip Nugroho yang menjadi pengikut Gafatar saat Diskusi di Gedung Gradika Gubernuran, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SESAT: Harsono menunjukkan foto putranya Adip Nugroho yang menjadi pengikut Gafatar saat Diskusi di Gedung Gradika Gubernuran, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SESAT: Harsono menunjukkan foto putranya Adip Nugroho yang menjadi pengikut Gafatar saat Diskusi di Gedung Gradika Gubernuran, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TERPISAH, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng menganggap apa yang diajarkan Gafatar merupakan sebuah kesesatan. Hal itu dikatakan Sekretaris Umum MUI Jateng, Ahmad Rofiq dalam diskusi di gubernuran, Selasa (26/1). ”Itu sudah sesat, karena mereka sudah mencampuradukkan semua agama. Ini namanya pernistaan agama,” kata Ahmad Rofiq.

Selain itu, penggunaan terminologi negara oleh Gafatar merupakan bentuk pemberontakan kepada sebuah negara. ”Negara dalam negara itu namanya subversif. Cuma saat ini Undang-Undang Subversif sudah dicabut,” ujarnya.

Ia berharap peran pemerintah dalam menumpas kelompok tersebut, karena dinilai sudah melenceng dari aturan agama. ”Mestinya ini bisa didekati menggunakan KUHP, karena jika membuat negara dalam negara itu kan bisa dianggap kriminal,” tandasnya.