Pembagian Dana Desa Ricuh

250 Warga Labrak Rumah Kades Gondoriyo

332

UNGARAN- Pembagian Alokasi Dana Desa (ADD) 2015 di Desa Gondoriyo, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang nyaris ricuh. Warga menilai pembagian ADD untuk masing-masing dusun tidak adil, karena tidak sama perolehannya untuk masing-masing dusun.

Puncaknya, Senin (25/1) sekitar pukul 21.00, sekitar 250 warga Dusun Krajan, Desa Gondoriyo dengan mengendarai sepeda motor melabrak rumah Kades Gondoriyo, Sugiyarno. Warga memprotes atas pembagian ADD 2015 yang dinilai tidak adil. Warga membandingkan Dusun Krajan yang warganya mencapai 2.500 jiwa hanya mendapatkan anggaran Rp 100 juta. Sedangkan dusun yang warganya lebih sedikit justru mendapatkan anggaran sebesar Rp 125 juta. Warga menuntut ada penambahan ADD sebesar Rp 100 juta lagi.

Kedatangan warga langsung diterima Kades Sugiyarno. Saat itu juga digelar pertemuan dengan warga yang dihadiri pejabat Muspika Bergas, pengurus RT/RW di lingkungan Dusun Krajan beserta sejumlah tokoh masyarakat.

“Iya benar, warga kami memprotes kepada Pak Kades terkait pembagian Anggaran Dana Desa yang dinilai tidak adil,” ungkap Kepala Dusun Krajan, Arifah saat dihubungi, Selasa (26/1) kemarin.

Di hadapan warga, Kades Sugiyarno mengatakan, ADD 2015 desanya mendapatkan lebih dari Rp 700 juta. Pengalokasian untuk pemanfaatan ADD juga sudah sesuai ketentuan yang ada. Seperti telah melakukan penyerapan aspirasi dari tiap-tiap dusun yang ditindaklanjuti dengan pembahasan musyawarah rencana pembangunan desa (musrenbangdes). Pengalokasiannya juga menerapkan skala prioritas, mengingat terbatasnya anggaran yang tidak dapat mencakup seluruhnya.

“Jadi, kami hanya menindaklanjuti dari apa yang yang diinginkan dusun dan telah disampaikan pada Musrenbangdes. Kami tidak membeda-bedakan dalam pengalokasiannya,” ungkapnya.