Pengusaha Jawa Tengah Harus Ofensif

347

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak pengusaha Jawa Tengah untuk bersaing dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016 dengan menggunakan pola taktik sepak bola. Kata kunci yang harus digunakan, kata dia, adalah prinsip ‘menyerang’.

Ganjar mengaku tidak ingin melihat pengusaha Jawa Tengah hanya defensif atau hanya bermain bertahan dalam persaingan di lapangan MEA. Tentu saja, serangan itu dilakukan menggunakan berbagai produk unggulan yang dimiliki Jawa Tengah. “Istilah saya, ayo kita serang,” kata Ganjar di Semarang, Selasa (26/1) kemarin.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu melihat bahwa Jawa Tengah cukup memiliki potensi yang bisa diunggulkan. Seperti halnya produk batik, jamu, furniture dan masih banyak lainnya. Menurutnya, produk-produk yang dihasilkan harus bersifat ofensif (menyerang) ke dunia MEA. Kemudian menyerbu secara serentak di negara-negara ASEAN tersebut.

Mengenai penyerangan itu, lanjut dia, bisa menggunakan beragam metode. Di antaranya dengan memanfaatkan kedutaan besar Indonesia di ASEAN dalam memasarkan produk unggulan Jawa Tengah di lingkup internasional. “Harus kompak. Istilah menyerang ini penting. Lembaga-lembaga kita di sana bisa membantu menjadi marketer,” katanya.

Selain itu, lanjut Ganjar, perlu dipersiapkan strategi agar seluruh lembaga keuangan, bisa mendukung kredit rendah bisa diberikan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Presiden bilang, agar (lembaga keuangan) bunganya jangan tinggi-tinggi,” ujarnya.

Dia menyatakan siap melakukan kontrol secara seksama terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tahun ini digelontor dana Rp 120 triliun dari pemerintah pusat. Dia mewanti-wanti agar gelontoran dana segar KUR tersebut tepat sasaran. Syaratnya dipermudah agar masyarakat juga mudah untuk mendapatkannya. “Penyalur KUR ini akan saya kontrol agar mereka (pelaku industri) dapat modal bagus. Pendampingan perlu dilakukan agar kualitas produk layak jual,” tandas mantan angora DPR RI ini. (amu/smu)