Senin Pamit lewat Telepon, Selasa Dikabari Tewas

Agus Susanto, Warga Kendal Jadi Korban Tewas Kapal Tenggelam di Johor Malaysia

435
SEDIH: Sri Bandiah, ibu korban, dan Agus Susanto (inzet), korban tewas kapal tenggelam di Johor Selatan, Malaysia. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEDIH: Sri Bandiah, ibu korban, dan Agus Susanto (inzet), korban tewas kapal tenggelam di Johor Selatan, Malaysia. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEDIH: Sri Bandiah, ibu korban, dan Agus Susanto (inzet), korban tewas kapal tenggelam di Johor Selatan,  Malaysia. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEDIH: Sri Bandiah, ibu korban, dan Agus Susanto (inzet), korban tewas kapal tenggelam di Johor Selatan, Malaysia. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Peristiwa tenggelamnya kapal di pantai dekat Bandar Penawar, Johor Selatan, Malaysia, Selasa (26/1) lalu, membawa kesedihan mendalam bagi keluarga Sri Bandiah, 68, warga Botomulyo, Cepiring, Kendal. Pasalnya, dari 13 warga Indonesia yang menjadi korban tewas, satu di antaranya adalah Agus Susanto, 36, putranya.

BUDI SETYAWAN, Kendal

KESEDIHAN mendalam tampak di raut muka Sri Bandiah. Meski begitu, wanita paro baya ini mencoba berusaha tegar. Ibu delapan anak ini mengaku sudah pasrah dengan nasib yang menimpa anak nomor limanya itu. Warga Desa Botomulyo RT 05 RW 06, Kecamatan Cepiring ini mengaku hanya bisa mengikhlaskan anaknya yang telah tiada.

Saat Jawa Pos Radar Semarang mendatangi rumahnya, Sri Bandiah tampak duduk di lantai ruang tamu beralaskan karpet ditemani beberapa anaknya. Mereka menanti kedatangan jenazah sang anak yang rencananya baru tiba di Jakarta, Kamis (28/1) siang ini. Bersama anak-anaknya dan sejumlah tetangga, wanita berhijab ini membacakan doa tahlil agar amal baik almarhum diterima dan dosanya diampuni. ”Umur siapa yang tahu, mungkin ini sudah takdir,” kata Sri Bandiah, Rabu (27/1) petang.