Dusun Kedung Gondang Terancam Disapu Banjir

698
BANJIR: Jalan Desa Waru, Kecamatan Mranggen yang terendam air luapan Sungai Dolog dan Sungai Dombo, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANJIR: Jalan Desa Waru, Kecamatan Mranggen yang terendam air luapan Sungai Dolog dan Sungai Dombo, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Dusun Kedung Gondang, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang yang dihuni 70 kepala keluarga (KK) atau sekitar 300 jiwa terancam bencana banjir karena luapan Sungai Bade. Bahkan beberapa rumah yang posisinya di dekat bibir sungai harus dipindahkan. Sebab tanahnya ambrol setelah terkikis arus deras Sungai Bade.

Suko Wiyadi, 49, warga Pringapus, Kabupaten Semarang mengatakan, Rabu (27/1) kemarin pihaknya bersama tim relawan dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang melakukan survei lokasi di Dusun Kedung Gondang. Kondisinya sudah memprihatinkan dan butuh penanganan sesegera mungkin. Sebab warga sudah mulai resah, setiap kali turun hujan. Karena arus Sungai Bade deras dan mengikis tanah warga.

“Dusun itu dilingkari Sungai Bade yang lebarnya 25 meter. Kalau turun hujan, air sungai meluap dan arusnya sangat deras sehingga mengikis tanah. Kalau tidak segera dilakukan penanganan, warga dusun tersebut terancam banjir dan tanah longsor. Sebab kalau air Sungai Bade meluap, airnya sudah mendekati perkampungan,” kata Suko Wiyadi saat ditemui di kantor DPRD Kabupaten Semarang.

Suko mengatakan hanya ada dua cara untuk menangani masalah di Dusun Kedung Gondang yakni membuat bronjong batu penguat dan melakukan pelurusan sungai. Warga berharap pemerintah segera melakukan langkah cepat untuk mengantisipasi bencana. Apalagi saat ini sudah ada dua rumah yang tanahnya longsor akibat tergerus air sungai. “Kemungkinan terbaiknya adalah pelurusan sungai. Sebab kalau pasang bronjong batu tidak akan awet karena arusnya sangat deras,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening mengatakan bahwa penanganan Sungai Bade sudah dianggarkan di tahun 2016 ini. Sebab kondisinya memang sudah sangat memprihatinkan sehingga harus segera dilakukan penanganan. Apalagi sudah ada dua rumah yang penghuninya harus mengungsi saat turun hujan deras. Sebab tanah yang ditempatinya terkikis air Sungai Bade.

“Kami harap penanganan di Sungai Bade segera dilaksanakan. Sebab warga di Dusun Kedung Gondang selalu merasa cemas karena dibayang-bayangi bencana ketika turun hujan deras. Untuk teknis penanganannya DPU lebih tahu, apakah harus diluruskan sungainya atau dipasang bronjong batu,” tutur politisi PDI Perjuangan penggemar jelajah desa menggunakan sepedamotor trail ini. (tyo/ida)