Penyaluran Listrik Diperketat

362

SEMARANG – Guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, penyaluran listrik di tempat relokasi sementara Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang akan diperketat. Para pedagang tidak diperkenankan menyambung instalasi listrik sendiri tanpa sepengetahuan pihak berwenang.

”Nanti yang butuh listrik supaya mengajukan permohonan kepada Dinas Pasar. Makanya di masing-masing lapak tidak kami pasang stop kontak,” ungkap kontraktor listrik, Hadi kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Ia menjelaskan, pihaknya telah menyediakan listrik sebesar 53 ribu watt untuk seluruh keperluan di tempat relokasi pasar Johar seluas 66.600 meter persegi itu. Menurutnya, jumlah tersebut lebih dari cukup karena untuk penerangan hanya butuh 20-23 ribu watt saja. ”Untuk blok besar butuh 20 buah lampu, sementara blok kecil cukup 16 buah,” bebernya.

Ditambahkan, pihak kontraktor juga telah menyediakan trafo sebesar 105 ribu watt jika suatu saat jumlah tersebut ingin ditambah. Ia mengklaim, kemungkinan terjadinya kebakaran sangat minim karena dilengkapi sistem keamanan yang cukup lengkap. ”Misalnya ketika terjadi korsleting, MCB (miniature circuit breaker) di masing-masing blok otomatis mati,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada pedagang untuk menggunakan listrik sesuai kebutuhan saja. Belajar dari kejadian-kejadian pada masa silam, terjadinya kasus kebakaran sering disebabkan penggunakan kabel yang tidak sesuai. ”Makanya penyambungan nanti harus seizin Dinas Pasar,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Johar, Suparlan mengaku belum mengetahui kapan waktu untuk pindah ke rempat relokasi. Pasalnya, dari rekan-rekan sesama pedagang juga belum ada kesepakatan terkait proses pemindahan. ”Nanti kalau ke sini (relokasi) duluan, tidak ada pembelinya,” ujarnya di sela-sela mengikuti pengundian lapak.