Sebar Orang untuk Telusuri LGBT di Kampus

466

lesbian

SEMARANG – Universitas Negeri Semarang (Unnes) mendukung larangan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) terkait dengan keberadaan Lesbian Gay Bisek dan Transgander (LGBT) di lingkungan kampus. Selain tidak sesuai dengan visi dan misi di dunia akademis yang mengedepankan pendidikan karakter, hal itu juga dapat merusak moral lingkungan.

Rektor Unnes, Prof Fathur Rokhman juga mewanti-wanti, agar gaya hidup menyimpang dari norma masyarakat tersebut tidak menjadi wabah di kampusnya. ”Jangan sampai mewabah di Unnes, karena di sini tempat belajar ilmu bukan untuk memopulerkan gaya hidup seperti itu,” ujar Fathur saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (27/1).

Selain akan berdampak buruk terhadap kualitas pendidikan, hal itu juga tidak sesuai norma yang berlaku di masyarakat. Saat ini, gaya hidup itu masih dipandang nyinyir oleh sebagian besar masyarakat. Meski begitu, segelintir orang melihat hal tersebut sebagai sesuatu hal yang biasa. ”Sebelum adanya larangan tersebut, kita sudah menyebar ’orang’ untuk menginformasikan jika ada hal serupa,” katanya. Pihaknya juga memastikan jika hal itu sudah menjadi kebijakan dari Kemenristek Dikti, maka akan segera dilakukan penyiaran pola gaya hidup tersebut.