Tingkatkan Kualitas SDM Ketenagakerjaan

381
PENGHARGAAN: Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto memberikan penghargaan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja kepada perusahaan dan penyerahan santunan dari PT BPJS Ketenagakerjaan. (Humas for Rase)
PENGHARGAAN: Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto memberikan penghargaan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja kepada perusahaan dan penyerahan santunan dari PT BPJS Ketenagakerjaan. (Humas for Rase)
PENGHARGAAN: Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto memberikan penghargaan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja kepada perusahaan dan penyerahan santunan dari PT BPJS Ketenagakerjaan. (Humas for Rase)
PENGHARGAAN: Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto memberikan penghargaan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja kepada perusahaan dan penyerahan santunan dari PT BPJS Ketenagakerjaan. (Humas for Rase)

BALAI KOTA – Guna mendorong produktivitas dan daya saing daya saing di pasar internasional, Pemkot Semarang terus meningkatkan kualitas SDM ketenagakerjaan. Hal itu disampaikan Plh Wali Kota Semarang Adi Tri Hananto, dalam kegiatan peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, di kantor PT Kubota Indonesia kompleks BSB, Mijen, kemarin (27/1).

Selain itu juga untuk meningkatkan budaya K3, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan ketaatan dalam pemenuhan norma K3, meningkatkan partisipasi semua pihak dalam mencapai pelaksanaan budaya K3 secara optimal di setiap kegiatan usaha, serta meningkatkan penerapan K3. ”Diharapkan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut dapat dicapai penurunan tingkat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, terciptanya tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien untuk mendorong produktivitas dan terwujudnya kemandirian masyarakat berbudaya K3,” urainya.

Lanjut Adi, yang menjadi tantangan besar dalam sektor ketenagakerjaan pada saat ini adalah kualitas SDM, baik yang akan memasuki dunia kerja maupun yang telah bekerja di tempat kerja dan perusahaan, terlebih dengan diberlakukannya MEA akhir 2015 kemarin. Untuk itu pihaknya berharap peran lembaga pelatihan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi pekerja lokal guna menghasilkan SDM yang berkualitas. Selain itu agar Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, para cendekiawan, Perguruan Tinggi, organisasi profesi, asosiasi, pimpinan perusahaan, pekerja, masyarakat lain-lainnya, melakukan upaya-upaya konkret terhadap pelaksanaan K3 di lingkungannya masing-masing. Sehingga budaya K3 benar-benar terwujud di setiap tempat kerja dan masyarakat umum di seluruh tanah air. (zal/ce1)