Total Kerugian Negara Menjadi Rp 1,032 M

314
BANSOS: Sidang replik atas terdakwa duo Joko di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANSOS: Sidang replik atas terdakwa duo Joko di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANSOS: Sidang replik atas terdakwa duo Joko di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANSOS: Sidang replik atas terdakwa duo Joko di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Total kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi penyaluran dana bantuan sosial (bansos) Pemprov Jawa Tengah 2011 bertambah menjadi Rp 1,032 miliar. Jumlah tersebut setelah perhitungan kerugian ditemukan penambahan Rp 5 juta.

Hal itu disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Jawa Tengah, Slamet Widodo dalam sidang beragendakan replik terhadap terdakwa duo Joko pegawai Pemrov Jateng, yakni Joko Mardiyanto (JM) dan Joko Soeryanto (JS) di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (27/1).

JPU, Slamet mengatakan secara khusus untuk total kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan terdakwa JM selaku penasihat tim pengkaji proposal bansos dan JS selaku ketua tim pengkaji, dari yang sebelumnya Rp 759,5 juta bertambah menjadi‎ Rp 764,5 juta. ”Jumlah tersebut ditambah dari kerugian negara yang dibebankan terhadap terdakwa Agoes Soeranto (AS) alias Agus Kroto selaku mantan Kabiro Keuangan Setda Provinsi Jawa Tengah yang juga terseret dalam kasus tersebut (dalam berkas terpisah, Red),” kata Slamet dalam repliknya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Anastacia Tyas N.